Kamis, 05 November 2009

Mengejar Toga




Ini hari sabtu seperti biasa kantor libur, dan seperti biasanya pula kampus menuntut untuk disambangi. Begitu membuka mata Cha sempet leyeh-leyeh sebentar sambil menghitung kancing piyama (masuk-nggak, masuk-nggak, masuk...yaahh baiklah). Toh dalam waktu dekat Cha have to leave that university (kePD-an mode on)

Perkuliahan baru dimulai paska ujian akhir semester, biasanya sih akan ada acara bolos masal. Tapi "twiew..." baru inget kalo transkrip Cha doang yang belum beres....heuh dengan langkah berat terpaksa deh akhirnya ke kemar mandi dan mulai ritual bersih diri ala hari libur (ngaret mode on) kalo gini gini nih baru deh urusan gender mencuat (Cha kan cewek bagaimanapun juga butuh waktu lebih lama untuk pake toilet xixixi).

Nah 1 jam kemudian Cha udah rapi jali nangkring diatas boncengan Siro. Radio mobile on dengan volume max membantu memompa semangat kuliah yang emang udah dari sononya selalu kembang-kempis kayak cuping idung kerbau hihihi. Dalam hati mulai menimbang-nimbang rute mana yang paling cepat mengingat ini hari Sabtu dan biasanya Jakarta nggak terlalu macet. Tring, tiba-tiba ide briliant untuk menjajal rute tukang ojek melintas dengan liar aha boleh dicoba nih.

Taraaaaa....1 jam kemudian tukang parkir langganan menyapa Cha dengan ramahnya
Tukang parkir: "kesiangan ya Neng?"
Cha dengan muka kaget namun sok innocent menjawab "Ah nggak kok Pak"
(biasanya juga nggak pernah sepagi ini Pak..please deehh)

Tanpa babibu langsung beranjak ke lantai 2 tempat bagian administratif kampus bermuara (halah...tentunya setelah beberapa kali mematut diri di kaca toilet lantai 1).

Ternyata eh ternyata segala proses administratif ini berjalan mulus dan tak sampai memakan waktu 2 jam. Walhasil Cha yang merasa datang kepagian manyun bingung, mo pulang nanggung mo masuk kelas... (mencari padanan kata males tapi kok nggak nemu ya). Yah sudahlah akhirnya Cha memutuskan untuk turun dengan perlahan seperti Cinderela yang takut kehilangan sepatu kacanya (lebay biasa...)

Eh di lantai 1 sudah pada ngumpul itu si (bingung nyebutnya apah...kalo bahasanya irfan si ini Geng Gila hihihi). Setelah mengalami obrolan panjang baru deh kita mencapai satu keputusan bulat ...acaranya minggu ini adalah - shopping to kelapa gading (huyuh please deh yang shopping satu orang doang padahal eh malah yang nganter menuh-menuhin mobil).

Eh belum lagi nyampe pintu utama datanglah seorang petugas administrasi lantai 1 yang sudah amat sangat familiar di mata Cha cs...

Dengan amat sangat mengagetkannya beliau memberikan informasi bak petir di siang bolong. Ternyata oh ternyata perkuliahan ini masih ada sisa 4 mata kuliah lagi, 1 mata kuliah untuk semester depan barulah menginjak seminar dan penyusunan skripsi.....(a elah buuu, kirain dari kemaren presentasi skripsi itu karena bulan depan kita udah boleh memakai toga).

Toga oh toga dada bubyee..........sabarlah menantiku....ill coming soon (dah kayak sinetron nggak the end..the end). Alhasil sepanjang perjalanan irfan cs ngedumel-ngedumel nggak jelas dan hanya beberapa vocab yang mampu ditangkap oleh telinga manusia normal lainnya seperti: haduh kok masih banyak sih padahal gw udah mo nyiapin jas sepatu toga dan limousin...(wes embohlah rek sak karepmu)

Senin, 02 November 2009

Looking For Boy Friend!




Hi Single Gals around d world. Ehem...are you looking for BF? Well people say, when its comes to you the right place and the right moment, you'll know your right man...

Go on stop thinking your ex and finds some other guy out there:

"Find a guy who calls you beautiful instead of hot, who calls you back when you hang up on him, who will lie under the stars and listen to your heartbeat, or will stay awake just to watch you sleep... wait for the boy who kisses your forehead, who wants to show you off to the world when you are in sweats, who holds your hand in front of his friends, who thinks you' re just as pretty without makeup on. One who is constantly reminding you of how much he cares and how lucky he is to have you... The one who turns to his friends and says, THAT'S HER....

Kamis, 01 Oktober 2009

E-Card Lebaran tim MIDAS

Maaf-Maafan - Better late than never...

Buat semua teman dan kerabat, maaf ini telat banget tapi mumpung syawal belum abis, boleh dong saya haturkan e-card spesial made by midas team for all of you...(plis click linknya yua, tararengkyu *_^)


Seiring dengan berlalunya Ramadhan
Suka cita sambut indahnya hari kemenangan
lengkapi lebaran dengan lebarin pintu maaf, dan saling memaafkan

Rabu, 30 September 2009

Diantara Dua danau dan 3 Cerobong Orange



Bendungan Karang Kates

Cha mang bocah asli Malang, tapi percaya nggak percaya dari bayi bahkan sebelum mengadu nasib di mother city Cha selalu mudik paska lebaran Idul Fitri, kemana? Yups ke Blitar.

Tapi ini bukan tentang Blitar, ini tentang bagian kecil dari perjalanan menuju ke sebuah dusun kecil yang masih bergantung pada hasil panen sawah dan ladang sebagai mata pancaharian utama.



Yuhuu, ini dia bendungan karang kates, kenapa namanya karang kates. Hehe jangan ditanya kemana aku pergi ups ngelantur..maksudnya jangan tanya Cha deh sama aja nggak ngertinya. Yang Cha tau, karang itu ya karang sementara kates itu papaya jadi mungkin sejarahnya ada hubungannya sama batu karang dan buah papaya hahaha…




Tapi dibalik itu, viewnya itu lo, Subhanallah seger dan bagus banget, hanya dengan membayar 1000 rupiah saja kita semua bisa memasuki area bendungan dengan kendaraan bermotor. Nikmati saja pemandangannya yang asri, bersih dan bebas polusi.


Kanan kiri jalan raya di apit kedua danau besar nan elok dan ketiga cerobong besar berwarna oranye khas bendungan Karang Kates. Biasanya Cha hanya bisa melihat view ujung cerobong bendungan ini dari jendela kereta api yang melintas di pinggiran danau. Tapi hari ini sungguh beruntung bisa melihat dari dekat dan berfoto-foto bersama keluarga. Mau? Mampir aja ^_*

Pantai Jala Sutra & Sepotong Memori Bocah Blitar



Salah satu agenda mudik tahun ini adalah touring ke blitar dan pantai Jala sutra. Pantai ini terletak di samping bukit tempat mbah lanang & mbah putri ku dulu tinggal. Tapi sekarang mereka telah mendapatkan tempat yang lebih indah di sisi-Nya. Bahkan pekuburan tempat mbahku disemayamkan terletak di sisi bukit dengan pemandangan luar biasa yang membangkitkan jiwa pengusaha kaya untuk berimajinasi tentang sebuah gazebo atau resort dengan view pantai dan fasilitas alam.



Jalan berliku ini berujung di muara pantai dengan ombak besar di wilayah pantai selatan jawa. Hari baru menunjukkan pukul 9 pagi ketika Cha menginjakkan kaki di pasir putih yang halus dan hangat oleh sinar mentari.

Setelah memesan beberapa bungkus nasi goreng lengkap dengan kue-kue kecil dan air minum segar, satu keluarga ini mulai menyusuri tepi pantai “Jala Sutra”. Sebuah pantai indah yang diapit dua buah bukit hijau yang dipenuhi pohon jati. Hmmm….sungguh pemandangan yang eksotis. Pada waktu-waktu tertentu penduduk sekitar memanfaatkan waktu luang dengan memancing, namun kali ini ombak tampak bergulung-gulung lebih besar dari biasanya…ya ombak pasang memang.

Sambil berlari-lari kecil, Cha bermain pasir bersama ibunda tercinta, sementara mbak Anis sibuk merekam potongan memori ini dan mencoba mengabadikannya. Momen berharga yang jarang terjadi mengingat beberapa hari lagi Cha mesti kembali ke Jakarta dengan aktivitas yang jauh berbeda, belajar dan bekerja.

Bapak rupanya sedang asyik menyusuri tepian pantai dengan sepatunya yang baru..hihihi, yuuukk kita temenin. Sambil berjalan dan berjemur di pesisir pantai bapak banyak bercerita tentang masa kecilnya sebagai bocah desa dengan kehidupan yang sangat natural.

“Dulu Bapak kalo lagi ngambek suka pergi ke sini di hutan samping pantai sebelah sana (seraya menudingkan tangannya kearah perbukitan jati), tapi sebenarnya juga Bapak takut kalo tiba-tiba sekali waktu terdengar auman macan dan singa dari arah yang tidak begitu jauh…”
Hihihi ternyata bapak versi kanak-kanak juga pernah ngambek juga. Senang rasanya bisa sedekat ini with my lovely family-Love ya All.

Wah ini benar-benar liburan menyenangkan, nah buat temen-temen di daerah sekitar atau yang penasaran dengan ombak “Jala Sutra” mampir ya kapan-kapan, boleh juga sekali waktu Cha jadi guidenya…C Ya On D’ Next Journey!!

Senin, 14 September 2009

tes




tes tes

Rabu, 09 September 2009

Ngeblog yukss



Sehubungan dengan tugas office. Nih dapet reference dari blog tetangga...

Khusus dibuat untuk teman2 yang sedang belajar ngeblog. Namun sebelum ngeblog ada baiknya kita tahu istilah-istilah semacam blogger, blogspot ataupun wordpress.

Apa itu blogger?


Blog adalah kependekan dari Weblog, istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Jorn Barger menggunakan istilah Weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri.

Blog kemudian berkembang mencari bentuk sesuai dengan kemauan para pembuatnya atau para Blogger. Blog yang pada mulanya merupakan ?catatan perjalanan? seseorang di Internet, yaitu link ke website yang dikunjungi dan dianggap menarik, kemudian menjadi jauh lebih menarik daripada sebuah daftar link.

Blogger mulanya hanya berbentuk tulisan serupa jurnal / buku harian yang ditampilkan di web. Ciri khasnya adalah tulisan tersusun secara kronologis, dengan tulisan terbaru ada pada bagian paling awal / atas. Pada perkembangan selanjutnya web log disebut sebagai blog, dan mulai ditambahkan berbagai fasilitas seperti pengunjung bisa meninggalkan komentar, ada sindikasi dengan menggunakan RSS feed, dan seterusnya.


Blogger adalah sebutan bagi orang yang menulis di blog tersebut. Ada yang menulisnya dengan dobel g, blogger, ada juga yang menulisnya dengan hanya satu g, bloger. Keduanya punya arti yang sama. Syarat seseorang bisa menjadi blogger hanya satu: bisa menulis! Soal teknologi untuk blogging, ada berbagai banyak pilihan di internet, dan banyak layanan yang menyediakan tempat menulis blog secara gratis, seperti wordpress dan blogspot.


Perbedaan ngeblog di wordpres dan di blogger dipandang dari + dan - nya:

(Blogspot dan WordPress.com merupakan website penyedia blog gratisan yang terlaris)

Langsung aja Apa aja sih Plus - minusnya

WordPress.com

Dashboard WordPress

* Kelebihan
o Gratis dengan domain username.wordpress.com.
o Pengunjung mudah untuk memberikan komentar.
o Anda dapat posting dan menjawab komentar dengan email.
o Ada fitur posting terjadwal.
o Mengganti themes tidak merubah widget.
o Mempunyai statistik pengunjung.
o Ada antispam bernama akismet.
o Komentar baru bisa terlihat dari dashboard.
o Notifikasi email apabila ada komentar baru.
o Ada versi mobile (m.wordpress.com).
o Mempunyai fitur Turbo sehingga mempercepat membuka halaman di Firefox atau IE.
o Menu untuk menulis lebih lengkap daripada di Blogspot.
o Ada website id.wordpress.com yang berisi blog dan postingan terhangat.
o Mempunyai space 3 giga untuk menyimpan foto dan dokumen office.

* Kekurangan
o Tidak dapat diberi java script misalnya untuk chatbox dan sebagainya.
o Tidak diperbolehkan serta tidak dapat untuk iklan seperti adsense atau kumpulblogger.
o Themes dan widget terbatas.
o Agak susah untuk menulis dan mengedit melalui ponsel, kecuali menulis dengan email atau mobile.
o Hanya mendukung upload foto dan dokumen office.
o Tidak adapat langsung mengupload video, hanya bisa dari url.
o Berbayar untuk mempergunakan domain sendiri. Sekitar 10 dolar setahun.

Blogspot

Dashboard Blogger

* Kelebihan

o Gratis dengan domain username.blogspot.com.
o Java script diperbolehkan sehingga dapat menambahkan chatbox, jam, dll.
o Themes tidak terbatas karena dapat menambah sendiri.
o Beragam modifikasi dapat dilakukan di layoutnya.
o Dapat dipergunakan serta boleh untuk iklan, misalnya adsense, dsb.
o Gratis untuk mempergunakan domain sendiri.
o Dapat posting dengan mempergunakan email.
o Notifikasi email apabila ada komentar baru.
o Mempunyai fitur chapcha untuk menangkal spam.
o Dapat langsung upload video dan gambar dengan space 1 giga.
o Dashboard relatif lebih mudah diakses dari Opera Mini di ponsel.

* Kekurangan
o Apabila mengganti Themes maka widget/gadget kadang ada yang hilang.
o Agak susah untuk memberikan komentar, terutama apabila menggunakan ponsel serta diberi chapcha.
o Komentar tidak dapat ditampilkan dan dikelola dari dashboard.
o Menu menulis kurang lengkap, tidak selengkap WordPress.com.
o Tidak mempunyai fitur statistik.
o Tidak ada halaman khusus berisi daftar pengguna blogspot.
o Tidak mempunyai versi mobile untuk posting.
o Tidak bisa membuat halaman (page) seperti di wordpress.

Gimana cara joinnya?

Gampang saja, aktivasi bisa melalui id.wordpress.com dan blogspot.com. Untuk blogspot dapat mempergunakan akun Gmail. Tinggal masukkan username dan password Gmail aja.

Contoh: http://www.iaaffandywannabe.blogspot.com/



And The Winner Is…

Diantara keduanya ada kelebihan dan kekurangan tersendiri. Pengen fitur yang lengkap, tidak ribet dengan kode html dan nggak pengen memasang iklan maka bisa memilih WordPress.com. Ntapi sebaliknya, kalo pengen kebebasan mengutak-atik bentuk blog serta support java script dan iklan maka pilihan jatuh pada Blogspot.

Jadi better join both of aja, gratis ini hehehe
Selamat Ngeblog ya guys!!

Kamis, 06 Agustus 2009

Bukan hanya Afgan yang Ter-SADIS i..

“Oh Tuhan ..oh Tuhanku …a..a..aku membunuhnya?? Oh TUHAN AKU MEMBUNUHNYA!!” desah dan teriakan Raya menggetarkan segala urat nadi makhluk yang masih bernyawa di pagi buta.

Dengan jantung masih berdegup kencang dan peluh bercucuran, Raya terduduk lemas melorot di dinding kamar mandi yang lembab bahkan basah. Punggung dan tangannya lemas, sekujur tubuhnya masih bergetar antara menahan tangis ketakutan, iba tapi juga secuil rasa senang. HAA senang ?!?!?!?!

Setelah memastikan kondisi korban yang terkulai lemah. Raut muka cantik Raya terlihat aneh, kedua bola matanya yang lebar berkaca-kaca, dahinya berkerut, kedua pipinya yang chubby bersemu-semu merah sepertinya Raya sangat menderita, tapi salah satu sudut bibirnya seperti menyiratkan senyum. Ya, sesungging senyum yang menyiratkan kemenangan, kemerdekaan dan kebanggaan! Atas apa? Entahlah.

------

Padahal bathtub itu bersih dan wangi, tapi bukan wangi yang biasa. Terlampaui wangi bahkan, karena ada begitu banyaknya sabun cair branded disana. Air di kran besar masih menyala, sementara shower mengkilat itu masih mengalirkan gemericik kecil air..

Sementara di sana, didalam bathtub, terkulai lemah sesosok korban. Badannya tertelungkup tak berdaya, bagian wajahnya terendam sabun cair yang memenuhi mulut, hidung dan kedua matanya, arggghh pasti sangat perih dan menyiksa. Sungguh SADIS!

----

Tadinya dia hanya ingin keluar dari sana dari kamar mandi yang sangat bersih dan wangi, dia tersesat di dalam rumah Raya yang mewahnya naudzubilah. Begitu dia melihat kamar mandi di kamar Raya, dia takjub dan mengagumi kamar mandi yang mirip istana baginya.

Hanya saja dia terlalu bodoh untuk menyadari bahwa hal seperti itu tak pantas baginya, makhluk yang tercipta dengan sangat minimal dan kotor. Ini bukan kehidupan yang diinginkannya. Tapi begitu ia berupaya keluar dari sana dia terpeleset ke dalam bathtub segede kolam renang yang mewah itu, dan ketika hendak keluar dari sana sambil berpegangan pada shower, ternyata Raya sedang menikmati acara bersih dirinya pagi ini, ah semuanya terlambat ketika Raya mulai menyadari keberadan makhluk aneh semacam dia ditempat itu. Dan mulailah peristiwa naas ini terjadi padaku..

Aku berusaha keras untuk pergi secepat mungkin tanpa terlihat, ternyata kaki kiriku terkilir dan agak susah berjalan dengan cara normal di bathub wangi yang licin ini. Tiba-tiba guyuran air yang begitu kencang menghantam mukaku, terus dan terus hingga aku kesulitan bernafas, menyusul kemudian lemparan gayung besar itu tepat menohok belakang kepalaku. Duh kepalaku pening dan sekujur tubuhku basah, tubuhku mulai menggigil. Tapi Raya tak kunjung puas dan mengakhiri siksaan ini. Aku sudah setengah mati berjuang untuk tetap hidup, tapi tubuhku begitu lemah untuk sekedar mengiba pada Raya. Duh gusti, apa dosaku? Detik berikutnya Raya menyiram begitu banyaknya cairan sabun yang tepat mengenai kedua mataku, oh rasanya sangat perih. Aku tak kuat lagi Tuhan, aku mohon padaMu ambilah saja nyawaku yang tak berharga ini. Dan kepada Raya, maafkan aku karena telah menakutimu dan membuatmu panik sungguh aku tak bermaksud melakukannya…


Hal terakhir yang aku sadari sebelum tiba ajalku hanyalah kata-kata Raya yang begitu sangar dan membakar emosi

“AAAA….KECOAA KOTORR, PERGI KAU DARI SINI!!!!”

Senin, 08 Juni 2009

HARGA ANGGOTA TUBUHKU



Kadang Renata suka iri melirik jari - jemari manis dan lentik milik reni, reza, rahma teman-temannya. Bayangkan saja dari mereka berempat cuma Rena yang memiliki jari-jari buntek alias cebol. Sudah bukan hal asing di telinga, ketika teman-temannya menjadikan kesepuluh jari tangan Rena bahan ejekan.

“Jari kok jempol semua” atau
“jangan manicure ah, kasihan ntar salonnya gak bisa bedain mana jari mana gunting kuku
Atau nggak
“Plis deh Ren, itu jari apa jahe, lumayan juga buat obat batuk..wkwkwk”

Duh Rena paling bĂȘte kalo orang lebih memperhatikan struktur jari-jemarinya yang sama sekali nggak uh match sama muka manisnya. Tapi apa mau di kata bagaimanapun juga kesepuluh jari tangan ini bekerja maksimal. Bisa menggenggam, ngegaruk, mencubit..stst ini hoby Rena.

Tapi siapa yang tahu bahwa sesuatu yang kita benci bisa menjadi sesuatu yang paling di cintai, not now someday maybe..

-------------


Missed call from unknown number
Saturday, 6 June


Wah sapa nih miscall miscall hari sabtu, tumben. Hihi Rena memang jomblo, pas hari Sabtu biasanya Rena ngejogrok di depan lepi seharian, utak atik dari mulai film, game, sampe nggambar-nggambar nggak jelas. Wes gak papa lah yang penting sok sibuk supaya lupa bahwa ini hari Sabtu dan kebanyakan temen-temennya sibuk pacaran.

Tapi HP butut Rena nggak henti-hentinya bordering-dering, duh ngeganggu banget deh pokoknya.

“Siang, dengan Mbak Renata bisa? Bla..bla..bla…

Wah isi pembicaraannya sih Rena sendiri juga nggak begitu jelas hehe yang penting Rena langsung sueneng buanget, lonjak-lonjak, ceria, bahagia, duahsyat, bombastiss, fantastis!! Kenapa?

Usut punya usut, hasil tulisan Rena selama ini yang dia pajang di blog net, berhasil merebut hati seorang penulis besar, hasilnya? Ya ya Rena di tawari pekerjaan keren yang nggak mampir ke tangan ketiga temannya yang berjari lentik dan punya cowok keren.

Haha..sejak hari itu Rena sibuk menghitung kira-kira berapa nilai asuransi kesepuluh anggota badannya itu, ya eyalah secara kesepuluh jarinya memberinya kesempatan emas untuk jadi Penulis kek, wartawan kek, copywriter kek . Wah pokoknya tambang berlian Renata terletak di ujung kesepuluh jari bunteknya…hmm harga mahal bak anggota tubuh Tiger Woods sepertinya pantas!

Esoknya, Renata dengan PD duduk manis di sebuah ruang tunggu perusahaan asuransi ternama. Tempat yang biasa di datangi artis - artis besar kaliber Hollywood, dan ditangannya terdapat daftar harga aneh..



1. Sepasang kaki David Beckham harganya $ 70 juta
2. Sepasang kaki Mariah Carey harganya $ 1 Milyar
3. Kaki Kanan Heidi Klum harganya $ 1,2 Juta
4. Sepasang Mata Ben Turpin harganya $ 20.000
5. Gigi comedian Ken Dodd harganya $ 7 juta
6. Kumis tebal Merv Hughes harganya $ 370.000
7. Bulu dada Tom Jon harganya $ 7 juta


Gimana dengan sepasang tangan dan kesepuluh jarinya? Melihat struktur jarinya yang gemuk dan sehat, harusnya jauh lebih mahal daripada itu, apalagi jumlahnya 10. Hmm yaya alasan yang cukup logis, iya aja deh biar cepet! Hihihi CAIYO RENATA!!!.

Senin, 18 Mei 2009

JASA KELUARGA PAMAN KUKUK





“tek..tek..tek.krik..kriiiiik.”
Suara detak jam dinding beradu dengan kerik jangkrik semakin keras terdengar, menandai larutnya malam.
“Reno, ayo tidur sayang. Sudahi dulu belajarnya, ibu tahu kamu sudah melakukan yang terbaik.”
“Tapi Reno tak mau kalah di lomba besok, ibu” jawab Moreno
“Ah persis seperti Almarhum Bapakmu. Tapi ayo, ayo kalo tidak tidur sekarang besok kau akan terlambat Nak”
“Baiklah, ibu”
Berjalan pelan menuju kamar setelah membereskan bertumpuk-tumpuk bukunya. Tak lupa Reno melakukan semua ritual sebelum tidurnya. Gosok gigi, cuci muka tangan dan kaki, dan tak lupa memasang alarm jam dinding yang sengaja dipasang tak jauh dari jangkauan Reno.
Moreno memutar penunjuk alarm tepat di angka 5.
“Paman Kukuk jangan lupa bangunkan aku jam 5 esok pagi. Esok hari yang penting untukku, selamat tidur” gumam Reno pada jam kesayangannya.

Jam kukuk tua itu boleh dibilang satu-satunya benda berharga di rumah Moreno. Reno tinggal bersama ibunya yang menjanda 2 tahun terakhir ini. Semenjak kepergian ayahnya kehidupan Reno boleh dibilang kekurangan, tapi ibu dan Reno tak pernah terlihat sedih atau murung mereka selalu bersyukur dan merasa bahagia.

Jam kukuk itu berlapis warna coklat kayu dengan paduan warna emas, terlihat sedikit mewah berkesan kuno dengan ukir-ukiran rumit di bagian sangkar burung kukuk yang berfungsi sebagai alarm. Sepertinya tak ada yang istimewa dengan jam ini. Setidaknya bagi Reno dan Ibu, jam kukuk merupakan salah satu warisan ayah yang berarti.

Reno telah larut dalam mimpi indahnya ketika jam kukuk berdentang dua belas kali..
“Kukukk…Kukuk”
“Aduh-aduh berisik sekali paman Kukuk ini” suara lirih terdengar dari arah dinding
“Ups..maaf malam telah larut makanya bunyinya terdengar keras, sayang” Jawab Om kukuk si burung tua
“Papa, detik, tak habis pikir. Kenapa Detik selalu berputar-putar di sini tak keruan. Memangnya tak ada hal lain yang lebih penting yang bisa detik kerjain apa?” Tanya Detik kepada papa Jam
“Hohoho, sayangku detik, kita ini penting. Kita ini berharga. Kau tidak dengar tadi Reno berpesan apa padamu Nak?”
“Ya..ya kita harus membangunkannya lebih awal pagi ini. Karena esok pagi adalah hari penting untuknya”
“jadi?”
“Tapi kenapa yang lain bergerak lebih jarang ketimbang detik? Kenapa detik dibuat lebih kecil?”
“Hihihi, detik kau yang paling lincah diantara kita karena badanmu yang kecil. Kau penting sekali, karena kalo tak ada detik maka tak ada pula kakak menit, ibu dan ayah jarum jam dan paman kukuk. Bisa-bisa kita semuanya akan berhenti dan berakhir di rongsokan barang bekas.” Jawab papa jam panjang lebar
“Dan lagi manusia menghargai kita sayang. Lihatlah dinding sudut sana. Reno sendiri yang menuliskan dan menempelkan kata-kata itu, bisakah kau membacanya?” Tanya mama jam pada detik
waktu adalah uang. Apakah Reno bisa membeli makanan dengan waktu, mama?” Tanya detik polos
“Hahaha, detik..detik. Maksudnya tuh Reno merasa waktu begitu berharga dan setara dengan uang” kata kakak menit geli.
“Berarti kita lebih berharga lagi dong, karena kita yang menunjukkan uang?” Tanya detik lagi
“hahahaha, kau betul anakku sayang” jawab mama papa jam berbarengan.

Wah, wah mereka asyik ngobrol hingga tak berasa sinar oranye mulai menguak di ufuk sebelah timur.
“Papa aku sudah bergerak 360 kali, dan kak menit juga telah berpindah, mama juga sudah bergeser. Sekarang tugas siapa nih?” Tanya detik
Tepat ketika mama dan papa jarum jam menunjuk angka 5 dan 12. Keluarlah paman burung kukuk dari sangkarnya.




“KUKUK..KUKUK..KUKUK..KUKUK..KUKUK, halo semuanya selamat pagi keluarga jam. Kalian semua membangunkannku, dan aku akan membangunkan Moreno. Semangat semuanya!.” Sambut paman kukuk riang.
“HOAHHHMM, wah terima kasih jam kukuk. Aku akan segera bersiap” kata Morena bersemangat.

Hari ini Moreno akan mengikuti lomba cerdas cermat SD tingkat nasional. Hadiahnya beasiswa sampai lulus, tentunya Reno tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Dengan memenangkan lomba artinya Reno sudah membantu meringankan beban ibu yang hanya bekerja sebagai tukang sayur. Dan Reno yakin akan menang, tentu saja dengan persiapan matang.

“HOREEEE….IBU..IBU, lihat ini apa yang aku bawa untuk Ibu!”
Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang ketika Reno pulang dan mengacung-acungkan piala di tangan kanannya dan piagam di tangan kirinya.
“Kamu menang Nak, Ibu sudah yakin!”
“Terima kasih ibu, wah Reno lapar. Pasti ibu sudah menyiapkan makan siang istimewa, Reno mampu mencium baunya dari jarak 5 mil”

Di kamar Reno, keluarga jam saling mengerling bahagia.
“Aku tahu Reno akan menang. Reno anak baik dan pandai membahagiakan orang lain, bahkan kita semua keluarga paman kukuk” gumam detik pada dirinya sendiri.
“Kau hebat detik, kita semua berjasa” kata mama papa jarum jam, kakak menit bahkan paman kukuk berbarengan.

Senin, 20 April 2009

GINJAL ITU




Sebut aku Widi, aku memang bukan seorang gadis yang istimewa. Seorang waiters di restoran sushi milik keluarga Shinosuke. Seorang warga negara asing yang tinggal di negeri orang, berharap menggenggam kesuksesan bila waktunya pulang.

Umurku sudah berada di ambang kepala 3. Ingin rasanya aku segera menikah dan menimang putra. Kembali ke kampung halaman dan pergi ke posyandu bersama Siti, Maria, Mimin mereka semua sahabatku. Keinginan yang sederhana bukan? jika mengingat kenyataan bahwa sekarang aku terdampar di negeri raksasa ini. Negara dikdaya yang melek teknologi, negeri yang indah ketika bunga sakura bermekaran menyemarakkan image yang selama ini mereka bangun.

“Iya Pak, jam istirahat nanti. Seperti biasa, OK”

Telepon dari Bosku, Tuan Shinosuke. Sangat baik, beliau selalu mengecek keadaanku dan yang pasti pelanggan dan restorannya.

“Bye, Satsuke!”
Penuh semangat kulambaikan tanganku. Shift kerjaku telah berakhir untuk hari ini, seperti biasanya aku akan ke penjara, PENJARA?! Ya tentu saja mengunjungi satu-satunya orang di negara ini yang membuatku bertahan.

-----------------
Waow, aku tak menyangka hari ini aku lewati dengan amat sangat bahagia. Hari berlalu begitu cepat. Tentu saja karena aku melewati hari bersamanya…

Dia begitu indah dengan caranya, dia begitu perhatian dan penuh kasih sayang, dia memiliki penglihatan yang tajam lewat mata kanannya, dan yang terpenting dia peduli padaku, meski banyak orang bilang dia jahat, dia pembunuh, dia anggota mafia..ya aku sudah tau dan….SO WHAT, I LOVE HIM!!

Dia buta sebelah, tapi aku lebih buta karena menyayanginya. Dia tahanan dan masih sempat membuatku bahagia diantara nafas kebebasan yang keluar-masuk dari sela jeruji besi – kamarnya.
----------------
Hari ini sungguh indah, langit bersinar cerah dan bunga sakura mulai bermekaran.. Bahkan Pak Wanabe yang biasanya murung pun turut tersenyum bahagia. Dia berada satu sel dengan pacarku. Dihukum karena tertangkap tangan membeli organ tubuh manusia di Indonesia. Tapi kabarnya sih dia kaya raya mesti pesakitan. Hah nasib, tak pernah ada kehidupan yang benar-benar sempurna jika tak dilihat dimana PLUS nya. Suasana yang menyenangkan, sampai kudapati surat ini..

Surat yang dititipkan pada sipir penjara, Surat yang ditulis di selembar kertas kumal yang dipenuhi titikan air mataku, surat yang menuntunku pada masa depan yang gemilang bagi orang-orang disekitarku dan menenggelamkanku pada sumur penuh lumpur yang siap merenggut nyawaku, anytime

“Widi, maafkan aku. Temui Pak Wanabe setelah kepergianku. GBU dan berjanjilah kau akan bahagia sayang. I’ll always love u, terima kasih.
--------------
Headline di harian mampu menjelaskan semuanya, seketika panas membakar mataku..

“KISAH MANIS DI BALIK TRAGISNYA BUI”
Mafia bermata satu, mendonorkan ginjalnya gratis kepada seorang milyarder. Sesaat sebelum hukuman mati!

--------------

Itu kekasihku, itu malaikatku. Ginjal gratis itu memberiku jaminan masa depan bersama keluarga Wanabe. Jaminan akan kepergiannya. Jaminan yang terasa hampa. Ya itu alasannya, dia akan pergi selamanya dia tahu itu, aku harusnya tahu mesti dia membohongiku, tapi dia menjamin hidupku. Menjamin? Kalimat apa itu?!

Rabu, 08 April 2009

DONGENG SERI KELUARGA KUTU TANABE

DONGENG 1

Naugi Tanabe, penjaga imut pemilik Indra Keenam
By. Icha Affandy




Hutan belantara yang penuh semak belukar itulah tempatku tinggal bersama keluarga Tanabe dan koloniku yang lain. Hutan gelap penuh folikel dan tumpukan helai-helai hitam panjang lengkap dengan alur jalan yang simpang siur dan pitak di beberapa tempat, sering membuatku bergidik ketakutan keluar sendiri di malam yang dingin.

Seingatku aku baru berumur 3 minggu ketika aku tersesat di antara sesemakan lebat yang menggimbal. Tidak seperti halnya manusia biasa yang berumur panjang dan membutuhkan waktu beberapa tahun untuk benar-benar bertumbuh, semua bilang umurku tidak akan panjang dan sangat cepat bertumbuh.

Naugi Tanabe, ah bukan berasal dari Jepang, aku juga tak tahu sekarang sedang berada di negara mana, semua koloniku hobi berpindah-pindah. Tubuh kami yang imut, jago lari dan meloncat membuat hidup jadi lebih mudah.

Segalanya membahagiakan, aku mempunyai banyak teman, beberapa saudara dan orangtua yang menyayangiku, kecuali satu hal. Makan siang dikoloniku berjalan agak aneh, waktu aku mulai bisa makan aku baru sadar bahwa semuanya berjalan teratur di sekitarku. Makan siang ditentukan oleh tetua koloni, Sauri. Biasanya Sauri yang menentukan kami akan makan dimana, setelah itu beberapa penjaga akan mulai berlari menyebar di seluruh wilayah tempat tinggal kami untuk menyesatkan jejak.

Ah, aku benar-benar tak mau tau dan tak peduli pada awalnya, yang penting kenyang. Sampai hari ini, ketika aku berulang tahun ke 1 bulan.

“Ah lepaskan aku!” teriakku kasar berusaha melepaskan pegangan tangan mamaku yang mulai terasa sakit. Tanpa memedulikan tangan gemetar mamaku yang marah sekaligus merasa bersalah.

Mamaku justru menjawab pertanyaan orang lain.
“Tidak”
Jawaban mamaku tegas atas permintaan Sauri, pembesar koloni kami yang paling disegani.

“Ayolah Quil, anakmu berbeda kau tahu itu, dan jangan sia-siakan kesempatan ini”
Final, tentu saja Sauri akan menang. Semua tahu Sauri yang menentukan. Dan keputusannya adalah aku harus sekolah. Sekolah aneh yang terdiri dari murid-murid aneh dan pelatih yang aneh. Tiap hari kami diajari cara menghindari musuh, mencari lokasi makan yang aman, melatih indra keenam, berlari dan banyak lagi.

“Hup…huop..ouch”

Waow.. sesuatu yang seperti jari super duper besar itu sering muncul tiba-tiba dan mengganggu lari pagiku. Hari ini aku terburu-buru harus segera ke sekolah diiringi teriakan dari mama

“Hati-hati Tanabe, ingat berjalanlah diatas helaian, jangan nakal ya Nak”

Ah Mama, aku sudah dewasa untuk memutuskan mana yang terbaik untukku. Toh selama ini juga selalu begitu, aku akan sekolah dan kembali ketika makan siang tiba.

Lama-lama sekolah menarik juga. Dan satu yang paling aku kuasai, ya aku bisa membaca pikiran. Segala hal yang memiliki pikiran, semuanya. Tadinya aku tak sadar itu pikiran, aku pikir itu hanyalah suara teman-temanku dan keramaian disekelilingku.

Sepanjang hari, sepanjang waktu aku mendengarkan suara-suara aneh seperti radio. Hanya ketika fokus pada satu hal, tiba-tiba aku tau aku sedang membaca pikiran mamaku, guruku bahkan ‘tempat tinggalku’

Oh, seiring waktu sekarang aku baru sadar, ayahku Tanabe, mamaku Quil bahkan Sauri si penguasa serta seluruh koloni kami adalah..KUTU RAMBUT!
Kami tinggal di kepala Susan yang tiap hari kubaca pikirannya….




“Argghh…” Sejak saat itu aku tau harus mulai mencari makanan lain yang lebih sehat, mungkin menjadi kutu vegetarian.

Meski Mamaku selalu bilang ini bahaya, tapi aku bangga karenanya. Berlari cepat menghindari garukan tangan Susan, dan berkelebat meluncur dari helaian rambut panjang hitam yang sebetulnya indah jika Susan rajin merawatnya. Dan yang paling penting berjuang keras untuk membaca pikiran Susan, lebih tepatnya membaca gerakan tangan yang mungkin bisa melukaiku maupun koloniku. Karena aku Naugi Tanabe, si penjaga bangsa kutu rambut. Bertugas mengamankan warga dari bahaya, mirip seperti polisi bagi bangsa manusia….waow hebat kan. NAUGI TANABE penjaga kecil bagi warga kutu rambut.

Selasa, 24 Maret 2009

Cerpen Anak

Affandy Si Pelari Budek
By: Icha Affandy





Jalanan berdebu, bisingnya lalu lalang kendaraan dan decitan rem yang berbaur dengan tiupan peluit polsi lalu-lintas, sering mengingatkan Affa akan mimpi buruknya 3 tahun silam.

Tabrakan itu terjadi bukan karena salahnya, terkadang Affa juga meyakini itu bukan salah pengendara mobil sedan yang menabrak sekaligus menolongnya. Itu semua kehendak Allah YME.

“Affa, Affa..AFFA?!”
Panggilan Mama yang ketiga kali berhasil mengundang anggukan kepala Affa. Mama mengingatkan Affa tentang sesuatu dan Affa memahaminya.

Affa sudah sampai di depan gerbang sekolah sekarang. Setelah mencium tangan orangtuanya, Affa bergegas masuk ke dalam kelas, seraya menyelipkan earphone mungil ke dalam telinganya.

Hari ini pelajaran olahraga, tapi Pak Rohandi tak mengijinkan semua siswanya keluar kelas. Rencananya hari ini Pak Rohandi akan mengisi kelas olahraga dengan teori dan informasi penting.

“Dua hari lagi sekolah kita akan mengirimkan wakil untuk turnamen lari antar SD, setiap sekolah berhak mengirimkan 10 orang siswanya. Nah, kebetulan kebanyakan siswa yang ingin Bapak ajukan berada di kelas ini. Selepas pulang sekolah, Bapak akan pasang infonya di mading, bagi yang keberatan segera sampaikan kepada Bapak paling lambat besok. Ada pertanyaan?”

Begitulah kelas diakhiri, semua murid bersemangat untuk melihat siapa saja yang beruntung didaulat menjadi wakil sekolah. Wah, ada Bams, Pasha, Ariel, Piyo semuanya para pelari hebat. Affa cengar-cengir saja melihat namanya tak tercantum disana. Padahal hatinya sakit, 3 tahun lalu Affa selalu menjadi pelari hebat di mata semua orang. Sampai tabrakan kecil itu membuatnya harus beristirahat selama hampir 3 bulan penuh, mengistirahatkan kaki lincahnya selama 5 bulan berikutnya dan membuat lari olahraga kegemarannya menjadi terlarang.

Esok hari, Affa seperti kehilangan semangat sekolah, membayangkan beberapa temannya berlaga sementara Affa duduk tak berguna didalam keals. Sampai dibacanya pengumuman yang ribut dibicarakan hampir semua orang..

“Wah, bagaimana ini. Sayang sekali Affa sudah tidak bisa diandalkan lagi..eh Af..Affa..pssst”

Obrolan itu membuatnya tertarik sekaligus jengah. Setelah membaca pengumumannya Affa baru menyadari bahwa sekolah membutuhkan satu pelari lagi, karena mendadak Pasha jatuh sakit dan terpaksa mengundurkan dari sebagai wakil sekolah untuk lomba lari.

Tak diduga Affa tiba-tiba bersemangat untuk mengajukan diri. Dan yang semakin mengagetkan sekolah mengijinkan dengan pertimbangan, Affa sudah cukup lama beristirahat, dan Affa tidak boleh memaksakan diri untuk menang. Yang penting sekolah mengirimkan tim sesuai permintaan panitia.

Berkat bantuan kepala sekolah meyakinkan Mama, akhirnya Affa mengantongi restu bulat-bulat bahkan dari tim medis.

Tiba juga hari ini, hari yang membuat Affa memiliki semangat meletup-letup seperti 3 tahun lalu, Tak ada yang tahu niat dan taktik Affa untuk berjuang memenangkan pertandingan ini, tentu saja tidak, akan mengkhawatirkan Mama nantinya.
Tapi inilah hasilnya, hasil yang mengagetkan seluruh sekolah, hasil yang membuat Mama menangis histeris seraya memeluk Affa yang tak berdaya dalam bulir tangisan yang berbaur dengan keringat.

“Apa?! Affa MENANG!”

Tentu saja, diluar dugaan semuanya. Padahal yang lain tak satupun berhasil mengantongi piala juara. Tapi Affa, yang justru memiliki kelainan fisik diantara semuanya..

“hehe, saya memang budek sejak tabrakan 3 tahun lalu. Tadinya saya malu, dan ini akan menjadi rahasia kecil saya dan Mama. Sampai hari ini ketika saya nggak mempan dengan teriakan-teriakan suporter lawan yang melemahkan, atau suporter sekolah yang mendukung, bahkan teriakan Mama. Maafkan Affa Ma, tadi Affa tidak mengikuti pesan mama untuk menggunakan alat bantu pendengaran itu, Affa lebih nyaman ketika Affa hanya lari, lari dan lari, jadi inilah saya, bangga menjadi diri saya sendiri, Affandy si pelari budek

Pidato kemenangan Affa mengundang teriakan di berbagai penjuru stadion..
“HIDUP AFFAAAA, KAMU HEBAT!!”

Sabtu, 07 Maret 2009

Lucky Vs Bete


Mampang - 10:50

Lucky Im in love with my best friend…
Lucky to have been what I have been..
Lucky to be coming home again

Suara khas Jason Mraz feat Colbie Caillat mengalun renyah di telinga yang lagi suntuk dan tak bisa berbuat apa-apa ketika empunya mendaratkan headset demi membunuh waktu dan suntuk…

Ini hari Sabtu, harusnya aku ada di kelas terbengong-bengong sok ngerti ndengerin dosen yang tak bosen-bosennya explain soal kurva demand atau defisit neraca APBN, atau dampak krisis ekonomi global.

Ini hari Sabtu, yang harusnya sepulang kuliah aku kongkow-kongkow dengan sahabat-sahabat terbaikku yang ikut-ikutan sok single demi menemaniku..heuh

Ini Hari Sabtu, yang harusnya aku bisa bangun siang, menikmati hari libur kerjaku yang kemaren aku harep-harepin dengan segalon air liur menetes akan bayangan bantal empuk yang siap menyangga kepalaku.

Yaahh…tapi ini hari Sabtu yang membingungkan. Buanyakkkkkkkk banget list acara yang udah aku buat seminggu kemaren, contohnya: kuliah, shopping, cari kado buat sahabat, konvoi ke rumah kakakku di bekasi, balik hari senin pagi dan kondangan, trus jalan lagi ama temen ke dufan, makan ama sohib, ke salon, cari tempat fitnes baru ama cewek-cewek gokil yang kurang kerjaan, swim…oh God.

Dan yah semuanya pending hanya karena dompet ketinggalan di office plus chargeran HP lawas yang udah naudzubilah tak terpisahkan dengan Hp butut semata wayangku ituh..warisan pula (duhh..apesss)

Pagi-pagi udah macet lagi, telepon kampus katanya pada bolos tapi tetep aja musti ke kampus karena masih punya utang budi sama someone, ke bekasi batal karena another family punya hajat, ke kondangan terancam batal cos belum tahu lokasi nya sampe H-1, ke fitnes nggak janji deh bawaannya udah suntuk…dan akhirnya disinilah ak, tempat yang sama sekali nggak terlintas di benakku bahwa aku akan ngejogrok di depan kompi yang setia menanti mud ak buat nulis dan menjentikkan jari-jari (yang sama sekali jauh dari deskripsi lentik..hehehe)..pokoknya PUAAAAAAAAASSSS

Trus..ngomong-ngomong soal jatuh cinta ama sahabat deket apa rasanya ya???
Benefitnya:
1. Kita udah tau banget siapa orang yang kita cintai, artinya segala penilaian kita tentangnya boleh dibilang obyektif dan mendekati akurat
2. Sahabat sekaligus pacar, merupakan tempat terbaik untuk saling berbagi suka duka dan bersemedi mencari solusi :-)
3. Blm kepikir lagi hehehe
Minusnya:
1. Susah untuk merubah intensitas kebersamaan yang tadinya ‘sahabat’ untuk jadi ‘pacar’
2. Biasanya temen-temen dia temen-temen kita juga yang bikin terlalu banyak pihak boleh ikut campur dalam relationship yang harusnya Cuma jadi comit kalian berdua
3. Blm kepikir lagi hehe

Ntar deh disambung lagi, mo berangkat kuliah sekarang aja deh udah jam 11 lewat masih kekejar 3 mata kuliah lagi…cayoo!! Just try to have fun…toh abis kuliah masih ada janji buat jalan bareng teman ..hihihi maklum JOJOBA gitu loohhh…..being single and happy gitu kata mbak Opie Andaresta. C ya ;-b

Kamis, 05 Maret 2009

bENEFIT YANG KITA DAPAT DARI SEKEDAR ‘TUTUP KEPALA’:




Assalamulaikum Wr Wb..ya Ukhti. Wahai saudari-saudariku sesama muslim yang kebetulan mampir di blogku yang semacam recycle bin ini. Mohon maafkan saya atas segala keisengan luar biasa yang saya buat (pastinya udah tercermin dari judulnya..hihihi).

Well, sebut saja si Madina yang baru masuk islam, tidak mendapatkan tutorial dari alim ulama yang benar, tetapi memiliki niat mengikuti jejak kaum muslimin dan muslimat dengan penuh semangat.

2 tahun yang lalu Dina memasuki aqil balighnya. Berkaitan dengan QS Al-Ahzab:59 dan QS An-Nisa:31--Dina sadar sesuatu harus dilakukan untuk melindungi fisik dan batinnya sebagai seorang perempuan dewasa dari dunia yang begitu ‘transparan’, demikian dia mengistilahkannya. Tiba-tiba saja jawabannya ‘ting’ timbul dalam sekejap mata bersama kibaran jilbab Ukhti Maria (di Film dan novel AACnya mas Habibburrahman el Shirazy)

Hmm, menurutnya banyak sekali benefit yang didapat dari hanya sekedar penutup kepala ini (dilihat dari sudut pandang yang amat sangat simple dan global):
1. Melindungi kepala dari serangan sinar Ultraviolet matahari, debu apalagi dengan semakin gencarnya isu global warming. Pun demikian dengan hujan.
2. Mengurangi biaya perawatan khusus bagi kepala dan rambut (contoh: tak perlu repot membeli kuncir rambut warna-warni hanya untuk ditutupi kan hehehe)
3. Dina yakin setiap perempuan telah dicipta dengan indahnya, hanya saja ketika seorang perempuan muslim memakai jilbabnya – kecantikan luar biasa terpancar dan bukan hanya mencerminkan fisiknya lo.
4. Terkadang jika Dina tersipu malu, merona merah bekas tangisan dan air mata, atau hanya sekedar mengalihkan pandangan. Dina hanya tinggal menunduk dan selebihnya jilbabnya akan beralih fungsi bak kelopak mawar yang menutupi putiknya dengan wajar dan terlihat anggun plus cantik
5. Dengan sendirinya jilbab ini seperti duri kaktus yang tajam sekaligus indah di pandang. Tidak sembarangan orang akan mampir untuk ‘towal-towel’ dan merasakan tusukan duri tajam kaktus kan? Hehe
6. Makin trendy dengan paduan busana yang nyaman dan uptodate. Ya iyalah nggak butuh biaya mahal lagi.
7. Simbol kehormatan, bak rambut yang merupakan mahkota bagi wanita. Maka jilbab berfungsi ganda sebagai perisai yang melindungi mahkota dan wajah dari jahatnya tangan-tangan jahil diluar sana
8. Secara artistik, jilbab akan membingkai wajah bak frame photo yang membingkai manis isinya. Jika kita berdandan cukup fokuskan pada salah satu bagian wajah kita yang memiliki fokus dan ‘eye cathing’ tanpa perlu lebay
9. Dengan sendirinya mengumumkan kepada dunia bahwa “proud to be a moslem”
10. Menarik dan mencuri perhatian dengan cara yang sangat elegan dan bermartabat..haha

Well..ini pendapat pribadi Dina lo..kurang setuju?. Tentunya Dina bangga mendapatkan tutorial dari orang-orang yang lebih kaffah seperti Ukhti-ukhti sekalian ;-)

Waalaikumsalam wr wb

FIRST VS LAST LOVE in EUROPE

CHAPTER 8




Musim terus berlalu, waktu berganti cepat dan usia bertambah tak bisa ditolak. 5 tahun sejak pertemuan terakhirnya dengan cinta pertama, dan Salwa tak pernah bisa melupakannya.

Hidup Salwa telah berubah, 5 tahun kemarin Salwa seperti tak mengenali dirinya
Segalanya hampa. Salwa tak mampu menghapus kesedihannya dengan mudah. Salwa hancur berkeping-keping. Beberapa cinta telah dia coba hinggapi, tapi aaahh Salwa tak pernah benar-benar mengharapkan mereka. Salwa salah apa jika dia memang bukan seorang wanita yang gampang jatuh cinta?

Semuanya labil, kadang Salwa bisa menjadi amat sangat introvert dan pemalas, kadang pula Salwa bisa menjadi amat sangat ekstrovert dan optimis. Salwa semakin susah untuk dimengerti, tapi Salwa sekaligus bisa menjadi orang yang sangat dewasa dalam mengerti orang lain, kecuali COLLIN!

***

2009 Musim dingin di Eropa, membuatnya tersenyum-senyum simpul dalam buaian ranjang ayun yang begitu hangat dan nyaman. Di dalam ruangannya Salwa kembali memutar memorinya seperti pita kaset yang panjang dan lancar berputar pelan dan pasti.

Sekitar 8 tahun yang lalu, Salwa mengetahuinya. Gadis manis pucat yang pernah berdiri dalam senyum kemenangannya di samping Collin adalah Martha kekasih yang sekaligus calon istri Collin.

Hari itu dengan berurai air mata pedihnya, Salwa kembali ke taman yang sama. Di hari itu, ingin rasa hati Salwa membunuhnya, membunuh gadis imut yang ringkih itu demi cintanya. Setelah mengatur pertemuan tanpa didampingi bodyguard-bodyguardnya. Salwa, Martha dan Collin berhadap-hadapan dalam suasana senja yang beku dan mencekat.

Tapi alih-alih mencaci maki dan bersaing dengannya, Salwa hanya terbahak-bahak demi mendengar

“Salwa mengertilah, aku Martha, aku mencintainya dan aku yakin aku lebih membutuhkannya daripada kamu”
“Kamu tahu apa soal perasaanku”
“Aku mohon Salwa, bolehkah ku pinjam Collin selama….selama..se..seumur hidupku”
“HEH cewek sialan, kau pikir dia barang bisa di sewa-sewakan!”

Dalam emosinya yang tak terbendung, Salwa mencengkram tangan Martha. Larut dalam kesedihannya Salwa menarik rambut tipis Martha, mencakar wajah manis Martha, beringas, emosi dan air mata bercampur melarutkan rintihan lirih dari bibir Martha yang tak berdaya….

Dan Collin hanya terpaku, bergeming…

***

Waktu berlalu tak bisa di putar ulang, esok harinya Salwa baru tahu. Martha gadis manis pewaris tunggal kekayaan Pak Risyad Arthadiningrat, menderita leoukimia. Terhitung dari tanggal perjanjian pra nikah Collin dan Martha, umur Martha hanya diperkirakan bertahan maksimal sampai 2 tahun saja. Ajaibnya, semenjak Collin berada disisinya Martha mampu menjalani 2 bulan bonusnya dari Tuhan. Tapi tidak setelah aksi brutal Salwa terhadapnya.

Martha pergi dengan membawa cinta dan misteri dalam kedamaian, berhenti berjuang meraih bahagia, berhenti menghembuskan nafas cintanya. Tidak lagi meminta Colin menemaninya, tidak lagi memohon Salwa merelakan Collin untuknya, Tidak untuk hari ini, esok dan seterusnya. Martha menerimanya dengan ikhlas, dan mencabut infus, alat bantu pernafasan dan segala tetek bengek yang membantunya hanya untuk sebuah kata ‘HIDUP’. Martha hanya ingin istirahat dari kelelahan panjang yang menyedihkan.

Collin mempertanggung jawabkan pilihannya. Bahkan tak berniat untuk kembali pada pujaan hatinya, Salwa.

Salwa, mmm tidak serta merta menjadi gila, hanya saja tak ada yang lebih menarik lagi baginya kecuali ranjang gantungn dan ocehan dokter terapis lengkap dengan cemilan pil-pil anti depressant yang membantunya tidur nyenyak dan bebas dari bayang-bayang Martha.



Based on true story…

FIRST VS LAST LOVE in EUROPE

CHAPTER 7




Beberapa tahun yang lalu, Salwa akan sangat bersemangat menjejakkan kakinya di tanah perumahan mewah ini.

Salwa mengagumi setiap desain bangunannya yang artistik, pilihan warna catnya yang dinamis, bahkan suasananya yang bersahabat, seperti wujud mimpinya di salah satu negara bagian Eropa. Tapi lebih dari semua alasan itu, Salwa tau dilingkungan inilah degup jantung Salwa seolah menemukan tambatannya.

Perumahan Cepiring No. 5, lekat betul alamat ini di memorinya. Meski belum pernah masuk ke dalamnya, Salwa tau itu rumah keluarga besar Collin. Ah.. Collin bukankah hanya sebuah nama di sepenggalan kisah lalu?

“Asyiikkk…taman itu kebetulan kosong”
“Yuukkkssss”

Beramai-ramai mereka menyerbu taman kota yang sama sekali tidak diperuntukkan bagi masyarakat luar seperti mereka. Dari dalam kantong tas masing-masing, sekelompok remaja putri itu mengeluarkan berbagai macam snack dengan berbagai rasa dan merk.

Ohoho mereka berpiknik ria. Berkumpul, bercanda, makan-makan, kongkow-kongkow..bukankah tak ada yang lebih asyik dari itu?

Namun keasyikan ini tak bertahan lama ketika beberapa mil dari mereka terlihat sekelompok orang menghampiri sambil menunjukkan wajah kurang simpatinya.

“Hey..apa yang kalian lakukan disini hah?” tanya salah satu dari mereka
“Oh Anda tidak melihat kami sedang having fun, Om?”
“Aha, jadi kalian warga sini?”
“mm..sama sekali bukan, memangnya kenapa”
“Semua di dunia ini ada prioritasnya sayang, sana minggir”
“Emang kalian siapa, maunya apa si, main ngusir-ngusir aja?”
“Nona muda kami sedang ingin bersantai disini, tanpa ada gangguan dari orang-orang seperti kalian”

Dibalik 3 pria dewasa itu, Salwa melihatnya. Seorang gadis cantik, yang agak pucat dengan ditemani seorang pemuda tanggung yang cukup menawan dalam balutan sweeter beige yang sangat kontras dengan kulit putihnya. Dan Salwa tak akan pernah melupakannya, rambut hitam pendek lurus yang tersisir rapi dengan beberapa helai yang terjulur indah alami di sekeliling dahinya…

Oh Tuhan…Collin kah itu. Kenapa Collin menggandeng tangannya, kenapa Collin melindunginya seolah-olah mereka adalah sepasang kekasih yang saling menyayangi?

TO BE CONTINUE

FIRST VS LAST LOVE in EUROPE

CHAPTER 6




2 Pekan sebelum ujian kelulusan, keluarga Collin mengalami kerugian, semuanya terancam. Bahkan sekolah Collin. Semuanya berimbas pada kejatuhan nilai Collin, kegagalan tes masuk sekolah Collin. Karena semuanya di bebankan padanya..

Ya di atas sebuah perjanjian tak tertulis, keluarga Collin berhutang budi kepada keluarga Om Risyad yang kaya raya, Collin dijadikan jaminannya. Collin harus diikat oleh komitmen dengan putri semata wayang Om Risyad, bahkan di usia yang masih amat sangat belia.

Tentu saja Salwa tidak mengetahui ini semua, tidak. Collin tak mungkin memberitahunya. Collin tidak akan pernah tega menghancurkan hatinya.

Informasi yang sampai ke telinga Salwa hanya mengatakan, Collin gagal ujian dan tes masuk sekolah. Hal ini yang memisahkan mereka. Dan Collin terpaksa melanjutkan sekolahnya di tempat yang jauh dari Salwa, di salah satu sekolah swasta yang sama sekali tidak popular, di tengah kota.


***

Hujan dari pagi pun tak menyurutkan langkah Salwa untuk berkunjung ke perpustakaan favoritnya.

“Bukankah ini malam minggu Salwa?”
“Iya, Bibi…kenapa?”
“Nak, kamu sudah cukup dewasa. Kau tahulah apa yang Bibi maksud”
“Ah..Bibi, Salwa sibuk Bi. Nggak ada waktu untuk memikirkan hal itu”
“Ayolah, sana cepat pergi. Bibi hadiahkah buku tebal itu untukmu selama 7 hari. Kau boleh mengembalikannya Sabtu depan”
“Bibi apa-apaan si..Salwa masih betah disini, banyak banget buku yang belum Salwa baca”
“Sudah sana, Bibi mau tutup perpustakaannya. Rak sebelah kanan itu sudah tidak pernah kamu sentuh, artinya yang belum dibaca tinggal pojok ini aja kan?”
“Ah..Bibi”

***


Sudah 2 tahun semenjak hari pertamanya masuk SLTP dan sekarang Salwa sudah banyak berubah. Masih cantik dan berprestasi, masih hobi membaca, dan bercita-cita untuk pergi ke Eropa suatu hari nanti, dengan Collin mungkin hihihi. Tapi Salwa jadi semakin tomboy, semakin kurang peduli dengan penampilannya. Mulai meninggalkan hobi seninya. Mulai berteman dengan tim Basket yang rame itu. Dan mulai mengalami fase metamorfosisnya sebagai perempuan dewasa yang labil dan sedang mencari jati diri.

Pulang dari perpustakaan, Salwa melangkahkan kakinya ke lapangan basket. Tempat nongrong teman-teman setimnya. Tapi hari ini mereka tidak bisa berlatih, karena ternyata pelatihnya berhalangan datang.

“Yahh, bete banget siyy. Trus kita ngapain dong” Lina mulai bete
“Ya udah, kita jalan-jalan aja yukkk, kan kita semua jomblooo”
Seruan Dian langsung ditanggapi dengan sorak ramai ke 15 remaja putri itu
“SETUJUUU”

Ah remaja putri, bukankah mereka selalu punya rencana-rencana menarik…


TO BE CONTINUE

FIRST VS LAST LOVE in EUROPE

CHAPTER 5





Malang, 07.30 WIB
Upacara Penerimaan Siswa Baru


Salwa ada disana, bertugas sebagai dirijen yang memandu paduan suara. Belum apa-apa Salwa sudah terpilih sebagai salah satu petugas upacara. Membelakangi tembok pembatas area sekolah dan kebun apel..

Sebuah titik, yang semakin lama semakin jelas berjalan ke arah pagar pembatas, tak salah lagi, dengan rambut lurus pendeknya yang tergerai indah, badan tinggi tegap semampai…itu Collin!

Hampir semua alumni SD Unggulan temen sekelas Salwa melihatnya, itu Collin! Tapi kenapa dia ada di luar pagar pembatas sekolah?

***

Upacara berjalan lancar. Sampai semua bubar Collin masih berada di luar pagar pembatas. Collin menunggu, dia menunggu sampai Salwa membalikkan badan dan melihatnya.

Lama, ketika upacara selesai, akhirnya apa yang diharapkan Collin terkabul. Salwa melihatnya! Oh Tuhan, jantung Collin serasa mau copot, Salwa tampak makin cantik saja dalam balutan busana petugas upacaranya yang serba putih.

“Salwa, ini aku!”

Salwa melihatnya tapi hanya sekilas, dan Salwa meyakininya sebagai fatamorgana..
Hanya sekilas dan Salwa tak pernah mengarahkan pandangannya ke titik yang sama lagi..

“Salwa, kau melupakanku?”
Bisik lirih Collin dalam hati..

Lapangan mulai sepi, Collin terduduk lesu di pinggiran pagar, sementara Salwa sibuk membantu petugas yang lain merapikan peralatan upacara.

***


“Salwa, tahukah kau tadi Collin ke sini, dia ada di luar pagar pembatas itu” evy menunjuk arah yang tadinya ditempati Collin
“Oh sudahlah, jangan menghiburku Vy”
“Semua orang melihatnya kok”
“Hah..kenapa kamu tidak bilang dari tadi, evy?”
“Oh Tuhan, Salwa..Salwa”

Seraya berlari ke arah yang ditunjuk Evy, Salwa memanggil-manggil nama Collin.
Sekali lagi pertemuan mereka seolah tak di ridhoi, terlambat, Collin sudah melangkahkan kakinya menjauhi pagar pembatas sekolah..

“COLLIIIIIIIIIINNNN………”
Salwa menangis sejadi-jadinya, kenapa begini….
Kemudian hari, Salwa baru mengetahui jawabannya.

TO BE CONTINUE

FIRST VS LAST LOVE in EUROPE

CHAPTER 4




Mobil Mercy metallic itu meluncur pelan membelah jalanan lengang, Salwa ada didalamnya bersama 2 siswi peraih NEM tertinggi lainnya. Duduk di belakang kemudi adalah Bu Pipit Kepala Sekolah bersahaja, yang dengan suka cita mengantar Salwa untuk mendaftar di sekolah lanjutan paling unggulan di kota itu.

Salwa belum tau pasti berapa NEM yang diperoleh Collin, hanya saja hati Salwa mengatakan ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi.

Tanpa babibu, petugas pendaftaran tersenyum mantap dan menyalami tangan Salwa,
“Selamat, kamu jadi siswi SLTP ini tanpa tes dan pasti GOAL!”
“Terima kasih ibu”

Selesai sudah, hanya sampai disinikah?
Entah kenapa Salwa begitu sedih hari ini, padahal moment ini dia harapkan dari sekitar 2 tahun yang lalu. Masa di mana dia memasuki sekolah baru, lingkungan baru, tapi tanpa Collin semuanya terasa tidak ada gunanya.

***

Sesampai di rumah Salwa melempar tubuhnya yang mungil di kasurnya yang mini dan minimalis. Ya Salwa bukan berasal dari keluarga yang berkecukupan, sehingga semua yang Salwa dapatkan segalanya setelah melewati proses berbagi dan turun-temurun dari kakak-kakaknya.

“Nak, tadi Pak Alvan datang menawarkan beasiswa lo”

Ibu Salwa menyambut dengan hangat penuh nada kebanggaan
“Ibu, Salwa udah didaftarin sama Ibu kepala Sekolah Di SLTPN 03. Maaf ya Bu, Salwa janji nanti Salwa akan cari beasiswa lagi”
“Nggak papa, Ibu terserah kamu aja. Ibu yakin kamu nggak akan mengecewakan Ibu kan?”

Salwa hanya tersenyum dan berdoa
“Semoga Ibu, hanya saja tanpa Collin semuanya jadi terasa agak berat..”


TO BE CONTINUE

Jadi Sampah Kok Bangga...




Orang bilang hidup diatas itu enak, apa-apa serba ada, mau apa tinggal tunjuk, saban hari hanya ongkang-ongkang kaki. Nggak segitunya juga kale..

Liat aja gw, sapa yang bakalan ngliat gw ketika gw belum jadi apa-apa. Setidaknya gw nggak naĂŻf, gw menjalani, menikmati meski kadang-kadang gw juga menakali hidup ini.

Sekarang gw emang lagi tinggi, tentunya lewat kerja keras Bro, jangan dikira mentang-mentang gw pernah numpang trus gw berpangku tangan sepanjang hari, nggak lah yao. Gw emang minta-minta juga sih, namanya juga makhluk sosial toh belum ada fatwa ato UU yang melarang kita minta-minta kan. Buktinya, tuh liat tuh diujung pertigaan lampu merah sono noh, banyak kan peminta-minta, makin hari jumlahnya makin nambah aja.

Tapi itu beberapa waktu yang lalu, tiap hari gw ongkang-ongkang kaki. Menikmati decak kagum tiap orang yang lewat dan mondar-mandir depan rumah gw, well itu semua emang buah kerja keras gw dan kelompok yang biasa gw panggil teman.

Waktu gw masih gagah, masih energik, masih seger, masih produktif tentunya. Tapi.. liat gw sekarang, siapa yang bakalan nyapa gw, bahkan sekedar nglirik aja malesnya minta ampun. Ya sekarang gw geletakan, ngglosor-ngglosor di bawah, tubuh gw udah kering, udah nggak cocok membaur sama kelompok yang lain. Dengan sendirinya Gw dah di eliminasi oleh siklus kehidupan.

Duh gw capek deh, ngaso dulu deh tuh di POM bensin depan…wah lumayan..

“APA udah naik lagi! Ya ampun Pak maunya apa sih negara ini, BBM aja naik-turun-naik-turun nggak konsisten…”
“Yah..Pak saya juga nggak ngerti, wong saya cuma petugas”

Hehehe..gw ketawa miris denger obrolan itu, sapa sih lo cuma bisa komen. Kalo mau komen di tempat yang bener, buat telinga yang bener. Dateng aja bawa merci, mbok kalo ngrasa beli BBM nggak kuat pake sepeda ontel aja. Susah bener, iya nggak?

Yah, apalagi suara gw pasti cuma “kemresek” doang di siang panas kayak gini. Lanjut aja deh, padahal gw juga nggak tau ni mo kemana. Satu aja deh kalo tubuh gw yang renta ini mang masih berguna, gw bakal datengin tuh tempat meski jauhnya kayak jarak matahari dan bumi..

Duh ujan lagi, cuaca di Indonesia mang susah di tebak deh. Mana gw laper belum makan sepanjang hari. Neduh dulu aja, tuh kebetulan ada warung kopi.

Eh ada pelanggan rupanya, ya udah gw neduh di luar aja…
“Dulu 2000 bisa kebeli makan buat sekeluarga ye mpok, sekarang boro-boro”
“Yah Bang, sekarang duit segitu mah dapet krupuk doang, hehehe”

Gw senyum aja denger obrolan ini, gw inget banget dulu si Icha anak tetangga, demen banget ngubur duit 25 an di depan rumah gw. Kata Icha tiap kali ditanya, cuma menjawab

“Cuma pengen suatu hari liat Bapak nggak narik becak lagi, karena pohon duit Icha dah numbuh gede dan berbuah beribu-ribu, kalo udah ngumpul 2000 Icha mo ajak Bapak ke dokter supaya batuknya sembuh” Icha…Icha ada ada saja.

Wah ujan udah berhenti tuh, jalan lagi deh, biasa lah Jakarta kalo abis ujan suka macet.
Eh kenapa tuh kok udah macet aja?

“Tiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnn”
“TIIIIINNNNNN”
“Tiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnn”

Waduh Pak, Bu klaksonnya itu lo, badan gw ampe loncat saking kagete. Oalah Bro, banjirr euyy…

Untung badan gw kecil, bisa renanglah dikit. Wah kalo dibiarin kayak gini bisa parah nih, Lama-lama Indonesia tenggelem..ck.ck..ck. Tapi..wah wah waaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh

Duh, dimana ini ya, Ohh gw tau-gw tau, itu Pak Suratman yang nolong gw. Pahlawan emang tu orang, perasaan gw jalan udah jauh banget kok ketemunya masih Pak Suratman lagi, Pak Suratman lagi?

Emang kalo tubuh tua, diseret kayak apa nyampenya ya disini-sini juga. Tapi badan gw udah remuk semua, banjir bak tsunami itu bikin beberapa bagian tubuh gw porak poranda. Tapi justru dengan kayak gini gw tau manfaat gw buat semua, buat kelangsungan hidup manusia lainnya. Yah, cuma Pak Suratman si tukang sampah yang cerdas ini tok yang tau jawabannya.

Ya..Pak Suratman ngumpulin sisa-sisa tubuh gw dan teman-teman gw yang senasib dan membiarkan kami membusuk di lubang yang sempit ini… fiuhh sadis?!

Nggak kok, gw justru bersyukur, karena kalo bukan dia siapa lagi. Sekarang gw mulai sadar gw bukan siapa-siapa, gw hanyalah daun mangga yang pernah berjaya dan rontok karena pohon tempat gw menumpang hidup meranggas tak berdaya karena kekeringan. Membiarkan gw terjatuh, tanpa rumah, tanpa makanan, setengah mati sampai gw jadi….KOMPOS…ya gw bangga jadi KOMPOS..hehe.

Jumat, 27 Februari 2009

FIRST VS LAST LOVE in EUROPE

CHAPTER 3



Prestasi Salwa dan Collin selalu menjadi buah bibir di kalangan pelajar SD, di usia-usia yang serba ingin tahu ini, mereka dibuat pusing dan penasaran oleh kata yang bunyinya
“cinta”

Dan pandangan akan pasangan ideal yang pernah mampir di sebagian besar benak mereka adalah hubungan Salwa dan Collin.

Salwa sudah 2 musim kompetisi ini mengantongi juara tari, juara Cerdas Cermat, juara melukis, juara tarik suara, bahkan di Ujian Akhir Nasional kelas 6 ini pun Salwa lulus sebagai siswa peraih Nilai NEM tertinggi…duh dimana ya letak kekurangannya?

Hmm…Collin? Collin juga memenangkan berbagai juara, tapi sayang Collin tidak seberhasil Salwa di ujian tingkat terakhirnya ini. Kenapa?
Collin berasal dari keluarga terpandang yang sangat berkecukupan, namun karena suatu hal, kondisi keluarga Collin tiba-tiba saja merosot tajam. Collin yang belum cukup dewasa untuk memahami ini semua turut merosot prestasinya.

Hasil ujian Collin? Mm…lulus sih tapi mepet standar bawah, yang artinya Collin tidak akan diterima di salah satu SLTP unggulan di kota Malang, kecuali terjadi sebuah keajaiban.

***
Hari ini Pesta Kelulusan, Collin datang terlambat. Dalam suka citanya Salwa bertanya-tanya..
“Dimana Collin?”

Ya waktu telah berlalu begitu cepatnya, semua berubah kecuali perasaan Salwa dan Collin yang semakin tumbuh subur tak terkendali. Bagai pohon beringin yang tumbuh seiring bertambahnya usia mereka dan menjadi saksi kenakalan maupun prestasi siswa-siswi SD Unggulan ini.

“Oh..Collin pliss dateng dong, ini kan hari terakhir kita sekelas” Bisik lirih Salwa yang terbawa angin sepoi musim hujan.

Pesta kelulusan hampir berakhir, ketika di kejauhan pintu gerbang belakang sekolah, Collin datang tergopoh-gopoh dengan muka yang agak kacau.

Saat yang sama, Salwa melambaikan tangan haru kepada guru-guru tercinta dan almamaternya yang menoreh banyak kenangan…
“Aku akan pergi, Collin meski aku tak pernah mengatakannya padamu, aku yakin kau tahu. Aku menyukaimu dan aku harap kau bisa membaca pikiranku sehingga saat ini kau tahu apa yang harus kau lakukan…”

Doa Salwa dalam tiap langkah kecilnya yang semakin lama semakin jauh meninggalkan sekolah…

TO BE CONTINUE

FIRST VS LAST LOVE in EUROPE

CHAPTER 3



Prestasi Salwa dan Collin selalu menjadi buah bibir di kalangan pelajar SD, di usia-usia yang serba ingin tahu ini, mereka dibuat pusing dan penasaran oleh kata yang bunyinya
“cinta”

Dan pandangan akan pasangan ideal yang pernah mampir di sebagian besar benak mereka adalah hubungan Salwa dan Collin.

Salwa sudah 2 musim kompetisi ini mengantongi juara tari, juara Cerdas Cermat, juara melukis, juara tarik suara, bahkan di Ujian Akhir Nasional kelas 6 ini pun Salwa lulus sebagai siswa peraih Nilai NEM tertinggi…duh dimana ya letak kekurangannya?

Hmm…Collin? Collin juga memenangkan berbagai juara, tapi sayang Collin tidak seberhasil Salwa di ujian tingkat terakhirnya ini. Kenapa?
Collin berasal dari keluarga terpandang yang sangat berkecukupan, namun karena suatu hal, kondisi keluarga Collin tiba-tiba saja merosot tajam. Collin yang belum cukup dewasa untuk memahami ini semua turut merosot prestasinya.

Hasil ujian Collin? Mm…lulus sih tapi mepet standar bawah, yang artinya Collin tidak akan diterima di salah satu SLTP unggulan di kota Malang, kecuali terjadi sebuah keajaiban.

***
Hari ini Pesta Kelulusan, Collin datang terlambat. Dalam suka citanya Salwa bertanya-tanya..
“Dimana Collin?”

Ya waktu telah berlalu begitu cepatnya, semua berubah kecuali perasaan Salwa dan Collin yang semakin tumbuh subur tak terkendali. Bagai pohon beringin yang tumbuh seiring bertambahnya usia mereka dan menjadi saksi kenakalan maupun prestasi siswa-siswi SD Unggulan ini.

“Oh..Collin pliss dateng dong, ini kan hari terakhir kita sekelas” Bisik lirih Salwa yang terbawa angin sepoi musim hujan.

Pesta kelulusan hampir berakhir, ketika di kejauhan pintu gerbang belakang sekolah, Collin datang tergopoh-gopoh dengan muka yang agak kacau.

Saat yang sama, Salwa melambaikan tangan haru kepada guru-guru tercinta dan almamaternya yang menoreh banyak kenangan…
“Aku akan pergi, Collin meski aku tak pernah mengatakannya padamu, aku yakin kau tahu. Aku menyukaimu dan aku harap kau bisa membaca pikiranku sehingga saat ini kau tahu apa yang harus kau lakukan…”

Doa Salwa dalam tiap langkah kecilnya yang semakin lama semakin jauh meninggalkan sekolah…

TO BE CONTINUE

FIRST VS LAST LOVE in EUROPE

CHAPTER 2



Turnamen bola basket kali ini kebetulan berbarengan dengan acara lomba tari tingkat Propinsi.

Ya siapa lagi yang jadi andalan sekolah selain Salwa dan Collin, kali ini masing-masing merasa gelisah. Salwa akan berada di puncak Bumi Aji yang dingin sepanjang minggu, sementara Collin akan berada di lembah, lapangan basket yang panas sepanjang musim turnamen.

Keduanya sama-sama merasa khawatir, namanya juga monyet-monyetan, artinya akan dengan sangat mudahnya hati melompat dari pohon yang satu ke pohon yang lain. Disinilah kesempatan dan peluang terbuka lebar, pertukaran pelajar dari sekolah satu ke sekolah lain. Collin khawatir wajah dan perangai Salwa yang demikian menawan akan sangat mudahnya menarik perhatian cowok-cowok ganteng di sekitarnya, pun sebaliknya dengan Salwa.

Tapi sekali lagi keduanya memilih diam, dan berangkat dengan kepala tertunduk dan pipi bersemu-semu merah..
“Semoga berhasil ya..” sepenggal kalimat yang diucapkan berbarengan.

Ah anak-anak, lucu dan menggemaskan sekali sikap mereka. Hal ini yang terpikir di benak para guru pendamping.
***

Bersama Salwa berangkat juga Wiwi dan Ratna. Ketiganya diberangkatkan dan dilatih di sebuah mass bersama beberapa siswi sekolah lain yang tak kalah cantik dan berprestasinya.

Semakin hari latihan ini semakin mudah bagi Salwa, semua gerakan di hapalnya di luar kepala. Bahkan dalam setiap gerakannya, Salwa larut dalam denting dan pukulan gending yang mengiringinya. Tanpa disadari banyak mata terarah padanya, antara kagum, iri, sebal semua membaur jadi satu dalam tiap butiran tetes keringat di dalam studio tari itu.

Baru setengah jalan, guru tari meminta Salwa berhenti..
“Kamu, mulai hari ini gantikan saya di depan. Jadi sekaligus beri contoh bagi yang lain dan Bapak akan mengoreksi gerakan tari yang masih banyak salahnya”

Tanpa disadari statement satu ini membuat hati para cewek manis di belakang punggung Salwa panas dan merasa kalah. Ya ini memang kompetisi, tapi Salwa memang menetapkan batasan yang cukup tinggi untuk mereka lampaui.

***
Collin bagaimana? Hmm..tak jauh beda dengan Salwa. Setiap pukulan Collin membuahkan sorak sorai pemandu sorak dan penonton yang didominasi cewek-cewek baik dari sekolah Collin maupun dari sekolah lain.


TO BE CONTINUE

FIRST VS LAST LOVE in EUROPE

CHAPTER 1




Salwa 11 tahun, gadis manis itu emang baik, cantik, lembut dan pinter, bintang kelas dari kelas 1 ampe kelas 5 SD. Duduk disampingnya itu banyak yang bilang namanyanya Collin, duh emang cowok yang cakep banget sih, sporty, manis, baik, dan dari bahasa tubuhnya keliatan banget dia sayang sama Salwa.

Mungkin itu alasannya kenapa tiap kali pindah kelas baru, Collin selalu duduk di samping bangku Salwa. Memang bukan hal yang aneh sih, cewek seperti Salwa akan sangat mudah mengambil hati para pejuang cinta..hihi tapi lucu juga kalo anak-anak SD ini berebut cinta Salwa dan Collin.

Tapi dua hari ini Salwa tak keliatan beredar di area sekolah, ada apa ya?
Hampir semua guru menanyakannya, Bu Diah, Bu Nurleli, Pak Tris ah banyak banget deh yang perhatian sama Salwa, bikin iri kaum hawa yang lain aja. Liat itu di pojokan kelas ada Desi, Utami, Tuty, Lina bahkan sahabat sekaligus saingan Salwa si Ratna ikut berkasak-kisik soal Salwa…

“Ah pasti alasan aja tuh, biar diperhatiin”
“Iya, biar dijenguk”
“Mang dia sakit?”
“Hooh, gosipnya sih hari sabtu pulang sekolah di Andy nyegatin Salwa gituh pas mo pulang, kebetulan hari itu dia nggak bareng evy. Nah gerombolan si Andy kan emang suka dari dulu tuh ama Salwa, mereka mo gangguin gitu deh…”
“Trus..truuss”
“Ya udah, pas lagi berniat ngebela diri gitu si Salwa nggak sengaja keinjek jarinya ama si Hadi, itu temen Andy yang badannya gede banget itu lo”
“Udahlah jempolnya Salwa bengkak, nggak bisa nulis dia”
“Eh tau-tau Collin dateng tuh ngebelain gitu critanya”
“Halah, sinetron banget siy”
“Ah gw heran ama cowok-cowok disini, kenapa pada suka ama Salwa. Toh kita-kita juga nggak kalah hebat iya nggak?

“TENG..TENG..TENG….”

Bel sekolah berbunyi, seperti di komando masing-masing kelompok membubarkan diri dan kembali ke kursi masing-masing.

Yah bukan rahasia lagi memang, bahkan tanpa ikatan komitmen yang jelas ala cinta monyet
“kamu suka nggak sama aku, berarti kita jadian dong..”
Tapi bahkan Salwa dan Collin pun menyadari mereka punya rasa saling memiliki yang sedemikian kuat…

TO BE CONTINUE

Senin, 16 Februari 2009

BIRTHDAY? This day isn’t really necessary




WAOW its 2009, here its come, @ last 16 February, its my birthday, Its amazing, I still can remember many kind of moment with my family and especially my parents. The day when I was a little girl and try to do anything just for make the most reasonable reason for getting school.

But I don’t know why, this year seems like ‘different’ for me. I just feel like its too soon, But its ok, thx a lot to My Lord who gave me the best time in my life, with many people around me, who fulfill me with a lot of love and spirit.

Hopefully, everythings its getting better. For me, my parents (especially), all the people around me, for the world and my ‘akhirat’.

Nothing need to worry about, nothing can make me give up, NO…its never happen, even in the deepest nightmare..hehe

Keep move on, cos I like to move it..move it..we like to..MOVE IT! Haha

This day isn’t really necessary, cause necessary not only come in my birthday, im on my way for being necessary for everyone..Got give me this feelin’, everyday in my life I’ll always feelin like ‘yes I am necessary’.

That’s why I still breathin’ till tdy hehehe… CAIYOOO!! Welcome Wonderful LIFE and so on…

Senin, 09 Februari 2009

Than Here I Come As STRANGERS


Now I’m Afraid
Everything is possible
Everything could be happen

Whenever and whatever its take
I don’t wanna be lost
Scares make me worry
Worry make me lost control

Everything beyond knowledge
Over there I can see and hear that voice
Deep in inside my heart
I know, I never wanna be nothing

When the time passing by
And the wind give me the answer……..I’ll there
Than here I come as strangers
But I still keep one thing and I always believing something
Ill be what I wanna be
From nothing into everything

Jumat, 06 Februari 2009

AWAS Wabah Pre Holiday Syndrome (PHS)



Tanda-tanda:
• Frekuensi menguap meningkat
• Menggaruk-garuk bagian tubuh yang tidak gatal
• Nggak betah duduk berlama-lama, apalagi di ruang meeting atau depan komputer
• Gerak-gerak mulu, mencari-cari posisi yang dirasa paling mendekati kata ’nyaman’
• Mencari-cari alasan (ngopi, ngrokok, ngupil, ke toilet, nyemil dll) untuk meninggalkan atau sekedar beralih topik dari ’worksheet’ lo lo pada
• Intinya kebosanan SIAGA 4 deh ;-)

Indikasi:
Selalu terjadi di hari-hari aktif terakhir, misal:
- Dua tiga hari sebelum liburan long weekend
- Dua tiga hari sebelum hari libur nasional yang berdekatan dengan cuti masal.
- Satu hari sebelum rencana cuti
- Satu hari sebelum rencana bolos, hehehe

Kontra Indikasi
Weel guys, ur not alone.....banyak yang mengalami hal serupa. Kalo ternyata lo juga ngrasain, wah wah maka ”kun fayakun” hehehe....

Bukan Dosa
Siapa bilang kena PHS sebuah dosa, enggak lagi. Manusiawi kok, sebagian besar orang pasti pernah mengalami kejenuhan. Mendengar kata ’LIBUR’ bisa jadi semacam keyword ajaib bagi search engine otak kita. Gak percaya? Coba deh brainstorming bareng temen or someone else, sebut kata libur dan tuliskan semuanya yang tiba-tiba ”Mak Mbendunduk” di otak lo.
Semacam:
Hibernasi, berenang, main bola, makan-makan, rekreasi, nonton film, nonton konser, ngedate, bla bla bla…
Banyak kan? Hehe pastinya. Ketika kita berpikir tentang ini semua, maka makin lama otak kita akan semakin ’ngglambyar’. Dengan sendirinya rencana yang mateng bakal terbentuk sedemikian rupa.
Kesibukan ini bagi sebagian besar orang, jarang ada yang menyadarinya lo. Bukti: ketika gw mencoba menanyakan rencana liburan beberapa orang temen gw via YM, jawabannya macem-macem. Ada yang menjawab dengan jawaban lengkap, padat, dan sama sekali tidak singkat, semacam:
”Tau niy, gw gi nggak pengen kemana-mana siy. Tapi gw pengen beli sepatu, uuuh udah lama bgt gw gak beli, besok mo ke swalayan.....(dan panjuaaanggg bin lamaaaa, lengkap dengan brand, partner, sarana transportasi ampe bandrol)”

Tapi ada juga yang singkat, jelas dan sangat padat untuk menjelaskan sebuah rencana:
”gw g punya duit, jadi better TIDOOOOORRR”

Meski mereka menjawab ”nggak tau siy..” tapi ujungnya… hello realize or not almost everyone having any kind of plan..hehehehe

Nggak perlu False-false an... (salah-salahan.red)
Ngapain juga disalah-salahin, namanya juga jenuh jadi hal yang sangat mungkin bisa dilakukan saat itu adalah…’puaskan sedikit naluri nakal’ akan sedikit bermanfaat…loh maksude opo?

Misal anak Finance bosen ngitung ya coba buka-buka net, kali ada berita suku bunga anjlok yang bikin ‘happy’ dikit ;) (sotoy marotoy geboy euy)
Kalo anak Kreatif bosen mikir ya coba ngegosip or ngeblog sekedar ngluarin uneg-uneg semacam: pengen liburan nggak punya dana dan sarana dan sebagai-sebagainya (psssttt...sebenernya sama persis seperti yang sedang gw lakuin saat ini)
Kalo anak IT ya coba aja sesekali nikmatin software-software ringan bikinan orang, biar nggak suntuk bikin software buat orang molo (hayah..tambah pening pisan euy..meni lieur)

Ilangin PHS dengan penye ‘fresh’an (penyegaran.red)
Namanya juga penyegaran pasti masing-masing orang nggak jauh beda. Coba ke toilet bentar, cuci muka dan ngaca. Nikmatilah kenarsisan tingkat tinggi lo.wuehehehe
Dan yang paling ampuh nih dengerin musik. Kayak gw sekarang lagi demen banget dengerin ’I Like To Move It’ soundtracknya ’Escape 2 Africa…hahaha konyol.

Kalo ada bos gimana?
Percayalah bos juga manusia, daripada otak dipaksain trus ngehang, mending istirahat bentar, tarik napas super duper panjang untuk endingnya.....wohohoho SPIRIT sabuk hitam, bubye PHS...tapi teteup HOLIDAY is Number One, wuahahaha.
Btw eh Anw, besok libur niy jeuuuunggg....yuuuukkkk;-) ICHA

Kamis, 05 Februari 2009

HOME SWEET HOME

TODAY to that SOMEDAY I’ll never be like this anymore




ONE DAY I’ll Having my OWN Home





All of US begin from ZERO to HERO




If there is NO MORE PLACE that u can call it HOME





Please, come by




This BIG ENOUGH for both of US



When the time passing by






Never shake your hand in front of me





Cos I’ll ride my home to u





Our HOME SWEET HOME

Rabu, 04 Februari 2009

10 Hari Menjelang Valentine



10 hari lagi hari valentine. Hampir semua orang di negara antah berantah ini akan merayakannya dalam siraman gerimis syahdu bulan Februari. Toko-toko bunga sudah mulai dibanjiri pesanan. Mawar-mawah dari segala jenis sudah siap mejeng di seantero kota. Coklat, permen dan bungkusan pita-pita kado mewarnai hampir setiap sudut mal-mal dan pusat perbelanjaan lainnya.

Ah..mempersiapkan surprise bagi orang terkasih memang menyenangkan. Tak terkecuali bagi Kate. Senyum simpul menghiasi wajah mungil gadis belia blasteran Eropa-Asia ini. Hampir 100% orang yang ditemuinya akan berkomentar Kate gadis yang sangat memesona, kalopun ada satu dua orang yang berkata sebaliknya, oh percayalah mereka hanya tidak suka mata cowok digandengannya menatap kagum pada Kate, haha sudah sangat biasa.

Tapi siapa sangka, baru ditahun ini Kate membeli hadiah spesial Valentine bagi orang tersayang. Stst, Kate memang baru punya pacar tahun ini, cinta pertamanya. Aneh? Ya enggaklah, menurutmu bagaimana Kate bisa mendapatkan cowok idaman jika selalu berada dalam kawalan bodyguard-bodyguard machonya itu.

Kate memang bukan gadis biasa, gadis ini masih keturunan darah biru. Saking spesialnya, kebanyakan cowok minder untuk sekedar mendekatinya. Ah cerita klasik bukan? Seorang gadis cantik, cerdas dari keluarga terpandang, hanya tercipta untuk dikagumi dan berkutat dengan segala kesepiannya. Oh dear..

Tahun-tahun sebelumnya, Kate selalu menjalani rutinitas menjelang valentine day dengan memesan sejumlah besar coklat dan bunga untuk dikirim kepada 10 alamat. Siapa aja ya? Keluarga terdekat, beberapa sahabat, pengasuh dan dirinya. Oh god..Kate menghadiahi dirinya sendiri! Untuk kemudian dia nikmati sambil mendengarkan musik klasik dan menangis. Ini semua bukan berarti karena Kate tak mendapat hadiah dari fans-fansnya lo...semuanya hanya akan dia terima untuk di bagikan kembali pada pembantu di kastilnya yang jumlahnya mencapai lebih dari 100 orang..fiuh.

Namun segalanya berubah di musim panas tahun ini, ketika seorang pangeran tampan dari negeri seberang mengadakan pendaratan darurat ke negerinya. Pangeran Gonzales datang dengan Helikopter Phinock nya dan mendarat persis di tanah pertanian milik ayah Kate yang terletak 25 kilometer barat laut dari lanud Odihax, tempat pertama Pangeran Gonzales belajar mengendarai helikopter.

Disana Pangeran Gonzales terpana melihat keindahan eksotik yang terpancar dari wajah Kate. Sejak pertemuan pertama, Pangeran Gonzales langsung jatuh cinta dengan Kate, mm love in the first sight! Demikian juga Kate..so sweet. Seiring waktu, keduanya semakin dekat dan mulai menjalin hubungan. Hubungan mereka berjalan lancar, bahkan keduanya telah mendapat restu bulat-bulat dari orang tua masing-masing.

Hari-hari Kate semakin indah dan semarak dengan kehadiran pangeran Gonzales, bahkan sampai hari ini 10 hari menjelang hari Valentine....

-----------------
Pangeran Gonzales sedang berada dalam ruang kerja ayahnya, dari semalam pangeran Gonzales terjaga demi mengikuti meeting darurat bersama senat dan dewan kerajaan lainnya. Sedari pagi TV sudah berisik, pembawa berita di 12 stasiun TV berbeda, sibuk bercuap-cuap mengenai perang perebutan wilayah negara bagian.

Ya, di usianya yang baru 25 tahun pangeran Gonzales didaulat untuk naik tahta tahun ini. Belum lagi dilantik secara resmi, tugas pertama telah siap menyambutnya. Sebagai putra mahkota yang dibangga-banggakan, pangeran Gonzales tidak mau terlihat lemah di mata rakyatnya.

Hari ini juga, setelah melalui meeting panjang, Pangeran Gonzales berangkat bersama regu artileri bersenjata sebanyak ratusan orang dibawah komandonya. Berbagai jenis strategi penyerangan, perlawanan dan pertahanan telah ia kuasai, teorinya. Sekarang uji nyali benar-benar ada dihadapannya!

Dengan mantab Pangeran Gonzales mendorong tubuhnya masuk kedalam Helikopter yang sama yang mendarat darurat ditanah pertanian keluarga Kate, dan membawanya pada belahan jiwanya...

----------------- -

” Tell me how I’m supposed to breathe with no air? no air..no air.....”

Kate berlari menyambut HP nya, ketika didengarnya bunyi ringtone hits favoritnya.
”Yes dear....”
”Oh ok, aku akan sangat merindukanmu”
”Ketika kamu datang nanti, aku akan menyambutmu dengan sesuatu yang spesial”
”Hati-hati ya sayang”
”I love u so much”

Klik..telepon ditutup. Dengan santai Kate kembali ke dapur. Dengan hati berbunga-bunga Kate membuat adonan coklat spesial bagi kekasihnya, mukanya yang belepotan coklat tetap terlihat manis dan bersinar.

Pangeran Gonzales tersenyum, 10 hari lagi, ketika Hari Valentine tiba, Pangeran Gonzales pasti akan selalu mengenangnya. Wajah kekasih tercinta yang tersenyum tulus, siap menyambutnya di tanah pertanian. Menggenggam seikat bunga mawar cantik, berwarna putih, hadiah spesial dan ..apa itu?



Oh sepertinya itu hanya sapu tangan, mana hadiahnya, mana coklat yang dijanjikannya? Kenapa Kate tidak tersenyum, kenapa Kate menangis? Hei kenapa Kate terus menerus memanggil nama pangeran Gonzales?
”Kate, please honey, aku disini..”



14 Februari, 10 hari telah berlalu, akhirnya Hari Valentine tiba juga. Kate berdiri mematung, pandangannya nanar, hatinya hancur. Kate hanya bisa berteriak memanggil nama Pangeran Gonzales dan meratapi kedatangan helikopter yang membawanya.

Kali ini helikopter mendarat mulus di pertanian, sesuai janji Pangeran Gonzales. Tapi Kate tidak menginginkan kedatangannya yang seperti ini, tentu saja tidak. Pangeran Gonzales berbohong, Pangeran Gonzales tidak mengatakan apa-apa soal perang, Pangeran Gonzales hanya mengatakan
”Aku akan datang di hari Valentine untukmu sayang, membawa cinta sejatiku untukmu”

Tell me how I’m supposed to breathe with no air?

If I should die before I wake
It's cause you took my breath away
Losing you is like living in a world with no air, oh

I’m here alone, didn’t wanna leave
My heart won’t move, it’s incomplete
Wish there was a way that I can make you understand

Do you expect me, to live alone with just me?
‘Cause my world revolves around you
It’s so hard for me to breathe……

Selasa, 03 Februari 2009

Complicated 4 being urself

For Gals Only, N Boyz for Specially ;-0
(based on Observation, n song lyrick)


What Love is,
not complicated if u understand it

Banyak pakar psikologis mengungkapkan (terutama masalah relationship) “just be your self, is the best choice”. But, did u know, bahwa pilihan ini acapkali berbentrokan dengan 3 statement dibawah ini? Mm penasaran? Yuk kita ulak-alik, biar tambah puyeng hehe..

1. When u love someone u do anything
2. I love u just the way u are
3. I love u because u are…


Tiga (3) statement di atas pasti sangat familiar bagi semua orang. Tapi ada gak sih yang bener-bener tau maknanya? Hmmm..im not really sure anyway

Korelasi ketiga statement tersebut terletak pada kata love, cinta, tresno, dsb. Apa sih cinta..ya ampun anak SD aja sekarang tau lo apa itu cinta.

Tapi apa alasan dibalik cinta pastinya buanyak, seuabreg, uakeh tenan. Seperti hitsnya mbak Cici Paramida ataupun Alm om Krisye cinta itu candu asmara, cinta jaman sekarang sudah direkayasa sedemikian rupa sehingga ’cinta murni’ itu sendiri tercover dengan topengnya (Peterpan banget yak), yang luar binasa susah diidentifikasi dengan mata telanjang. (lebay dikit boleh dunk)

Ok, than. Berdasarkan hasil observasi penulis (jiaahhh mantab)
8 dari sepuluh pria Indonesia dengan usia rata-rata 18-25 th mengatakan:
1. “When U love someone U do anything”
Meaningnya: Bagaimanapun seorang Pria diciptakan untuk menjadi imam, artinya mana ada imam yang suka dituntun-tuntun makmum. Jadi Pria lebih suka mengejar daripada dikejar. Meskipun demikian bukan berarti cowok tidak menikmati sensasi dikejar, karena dengan demikian semakin mengukuhkan reputasi sebagai ’pejantan tangguh’ yang layak ’diadu’ hehe piss.

Nah, bagi mereka nih. Mengejar cewek yang cuek, acuh & susahnya amit-amit (apalagi tuh cewek mendekati kata ‘sempurna’) semakin meningkatkan sensasi ketika mereka berhasil mendapatkannya.

Kalo tidak? Ya udah itu sih Lillahitaala (yang sadar), yang enggak? Makanya pernah ada slogan ”cinta ditolak dukun bertindak” atau bahkan yang lebih ekstrim sebuah surat kabar dan salah satu acara talkshow di TV menyebutkan, angka kematian akibat bunuh diri pada usia remaja semakin meningkat belakangan ini, penyebab utamanya karena depresi, patah hati akibat putus cinta. Ini menjelaskan bahwa teori Mr. Bryan Adams 100% Valid. huahahhaa

2. “I love U just the way U are, baby”
Meaningnya : mm jangan salah.. kelanjutannya banyak, contoh:
- Tapi kalo misalnya lu g manja gw pasti lebih cinta
- Kalo mo ngurusin badan dikit, demi kesehatanmu sayang
- Coba Dia bisa sedikit aja lebih cerdas
Hehe macam-macam ya. Katanya ’just the way u are’ kok ada tapinya. Tapi bagi 2 orang responden yang tersisa mereka benar-benar bisa menerimanya lo. Waow give them applause..plok..plok..plok

Jadi dengan sendirinya teori gombalisme ini putus nyambung..loh apaan niy (macam teori Charles Darwin bahwa monyet dan manusia tidak ada tali persaudaraan, Alhamdulillah)


3. I love U because U are…

Ketika hubungan menginjak usia dini. Biasanya banyak kaum Hawa mempertanyakan
”Honey, kenapa sih kamu milih aku dari sekian banyaknya cewek, dengan sejuta pesona beredar di muka bumi ini” (mmmpphhh...)

Kedelapan orang responden menyatakan mereka sering berbohong, terutama bila pertanyaan ini diulang lebih dari 5x dalam seminggu.
”Aku cinta kamu karena kamu yang terbaik hny”
”Aku cinta kamu karena kamu the best i ever had”
”Aku cinta kamu karena kamu manis, baik apalagi pinter, perfect deh”

Toh sampe hari ini belum ada pernyataan serius bin jujur stadium 4 semacam
”Aku cinta kamu, karena udah nggak ada pilihan lain. Daripada aku jomblo abadi” wkwkwk

Jadi jangan salahkan ketika Pria berbohong mengenai alasannya mencintai seseorang, ya abis ditodong mulu sih.

Kesimpulannya:
Hasil dari observasi menyatakan amat sangat susah buat kita untuk menjadi diri sendiri memang. Apalagi dalam moment ”first date”. Makanya banyak di majalah-majalah gaul ibu kota memuat tips mengenai tips merebut hati si dia pada ”first impression”.
Oh come on, belum tertutup kemungkinan Pria yang kita suka akan lari ketakutan hanya karena kita memang nggak secerdas dan secantik yang ia bayangkan. Karena intinya adalah saling pengertian!

Setidaknya semakin awal kita tahu dia bukan untuk kita semakin mudah buat kita untuk melanglang buana demi pencarian cinta yang lain wkwkkk...gut luck yuaa

Dedicated 4 jomblowan jomblowati, newly wed or something else lah (paket hemat nan lengkap)

Jumat, 30 Januari 2009

tRiO MuNgIl




Ehem..ehem...yah sudah biasa cari-cari perhatian seperti apapun kita sudah berada disini 2 mingguan tapi tak ada satupun yang sadar akan keberadaan kita berdua..


Oh dinding ini membatasi penglihatanku, tapi aku sepertinya mendengar suara lembut yang begitu mengharapkanku...

"Ayo...mama, baju mungil itu lucu sekali Firsa mau membelinya buat Adek..please" Pinta Firsa pada mamanya
"Ah Firsa baju itu terlalu kecil untukmu sayang, kita cari yang lain aja yuk" ajak Mama "Yah..mama padahal kan buat adek Firsa ntar..." meski enggan Firsa menuruti nasehat Mama.

Dalam hati Mama tersenyum sekaligus sedih. Hampir 5 tahun yang lalu setelah melahirkan Firsa mama menderita kanker leher rahim yang mengharuskan operasi demi kesembuhannya. Semenjak hari itu Mama tahu sepertinya mustahil untuk memenuhi permintaan Firsa yang satu ini

Namanya juga gadis kecil, Firsa belum bisa memahami keadaan ini. Satu-satunya yang dia mengerti sampai saat ini Firsa ingin punya seseorang yang memanggilnya 'kakak' hanya saja Mama dan Papa Firsa menilai Firsa belum mampu untuk mengurus seorang adik.

Pagi ini Firsa bangun dengan mata berseri-seri. Dibukanya jendela kamar...

"Uh, diluar masih gelap" gumamnya pelan sambil beranjak dari kamarnya... Tiba-tiba...
"Firsa, apa yang kamu lakukan sayang!" pekik mama terkejut.

Hahaha ...Firsa iseng banget masuk ke kamar Mama dan menunggu di kaki ranjang sampai mama terbangun. Hampir saja Firsa tak sengaja ketendang kaki Mama...

Dengan polos Firsa menjawab
"Icha, temen Firsa mendapati adeknya lahir di depan kaki ibunya ketika ibunya terbaring seperti Mama tadi. Firsa kan cuma pengen tau apa adek Firsa udah muncul pagi ini..."

Dalam hati Mama sangat sedih mendengar jawaban polos Firsa, tapi susah pula baginya untuk tidak tersenyum mendengar penuturan putri semata wayangnya.

Sementara...
Sabar dong...mana bisa kita muncul begitu aja dinding ini membuatku merasa agak sesak

Demikian berjalan hingga 5 bulanan. Semangat Firsa sudah mulai mengendur. Sekarang Firsa jadi rajin bermain ke tempat Icha, tentu saja alasannya untuk bermain dengan adik Icha. Apalagi akhir-¬akhir ini Mama merasa tidak sehat, sepertinya ada yang salah dengan perutnya. Perut mama agak membesar seperti orang masuk angin, tapi badannya semakin kurus. Sehingga Mama mesti banyak-banyak istirahat dan tidak bisa menemani Firsa bermain.

Mama dan Papa tak tega melihat Firsa sering kesepian, akhimya tanpa setahu Firsa, Mama dan Papa mengurus adopsi untuk mendapat hak asuh seorang adik bayi lucu untuk Firsa..

Tak membutuhkan waktu lama, suatu hari tahun yang sama di bulan ketujuh Firsa mendengar tangisan nyaring di depan rumahnya
"oek...oek...oek!"

Bukan main senangnya Firsa memiliki seorang adek lucu di rumahnya, yang bisa dia ajak bermain, bercanda bahkan tidur bersama...

Aduh ruangan ini sudah tidak cukup lagi buat kita berdua, kapan sih kita bisa berteriak lantang dan bergerak bebas diluar sana...Meskipun disini hangat dan nyaman aku tidak yakin ruangan ini akan bisa menampung kita lebih lama lagi..

Sementara itu, kondisi mama makin memburuk, masuk angin mama sepertinya makin parah. Tapi Firsa heran kenapa Mama sering menolak diantar ke rumah sakit, sepertinya Mama trauma dengan rumah sakit, dokter dan operasi..

Ih geser dikit dong.. ih sempit banget sih disini...

"Aduh, Pa sepertinya perut Mama ditendang sesuatu aduh nyeri, sakit Pa.." rintih Mama Seketika itu juga Papa dan Firsa mengantar Mama ke rumah sakit..

Di dalam mobil Firsa tak henti-hentinya berdoa untuk kesembuhan Mamanya meskipun tanpa disadari di tiap doanya terselip keinginan besamya selama ini...
"Ya Allah, sembuhkanlah Mamaku supaya adek-adekku di dalam perut Mama juga sehat...Firsa nggak keberatan punya adek banyak, kalo kamamya tidak cukup Firsa tidur di lantai aja. Tapi Mamaku harus sehat dulu supaya bisa melahirkan adek-adek lucu seperti Mama Icha"

Hohoho..di balik dinding itu dua makhluk tersenyum senang ketika akhirnya mendengar Dokter bilang..

"Selamat Pak, Bu anda dikaruniai 2 bayi kembar dan usia kandungan Ibu sudah mencapai 6 bulan. Saya juga heran kok baru diperiksakan sekarang"

"SubhanaAllah, Pa?" pekik Mama takjub...
"HORE!...akhirnya aku bisa main dengan Trio Mungil, iya kan Mama 2 + 1 = 3, Hahaha "
Teriak Firsa kegirangan.

Sekarang kalian tahu kan kenapa kami berdua harus segera keluar, kakak kami menyayangi kami ;-O

Rabu, 28 Januari 2009

De Rober Goat

Kambing Pencuri? Beda tipis antara jenius dan bod** atau Gi**



WARNING
Fiksi Icha Affandy segera dimulai, mohon utuk menajamkan imajinasi Anda.

Nama tokoh, tempat dan kejadian adalah fiksi belaka, Jika ada kesamaan maka dapat dipastikan tidak ada unsur kesengajaan






Sabtu pagi, Chidi S. Josiah membawa mobil Mazda 324 nya ke pelataran minimarket di Negara Bagian Swara, Sigeria.

Hari ini begitu dingin, angin musim semi masih menyisakan sisa-sisa embun semalam. Sambil berkaca pada spion, Chidi menguap dan menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya. Dari mulutnya keluar karbondioksida hangat yang memburamkan kaca spion mobil.

Enggan beranjak Chidi hanya merapatkan mantel hangat kesayangannya. Ya mobil ini serasa rumah kedua bagi Chidi. Sisa-sisa hidupnya lebih banyak ia habiskan di dalam mobil favoritnya itu bersama sejumlah perkakas butut yang kata orang awam bilang ’sampah’ hahaha.

Chidi hendak membeli sarapan sederhana (roti dan kopi), hanya saja terpampang tulisan ”CLOSE” di pintu minimarket yang membuat Chidi mengurungkan niatnya. Chidi memilih menunggu di parkiran sambil termangu merenungi jalan hidupnya belakangan ini.

Chidi sudah tidak muda lagi, tapi belum juga termasuk tua. Dalam usianya ini, teori menjelaskan usia produktif adalah masa dimana Chidi harusnya bekerja keras mengumpulkan pundi-pundi kekayaan yang bisa menjamin masa depannya.

Idealisme semacam itu, duluuu sekali pernah bercokol dalam otaknya yang ’jenius’. Ya Chidi memang jenius, tapi banyak orang bilang jenius dan gila hanya dpisahkan ari setebal kulit bawang. Chidi tidak meminta pada dunia untuk memakluminya, Chidi hanya meminta dunia untuk men’cuek’kannya. Toh dia juga tidak punya orang yang peduli lagi padanya. Selain orang-orang tidak punya kerjaan yang selalu bergosip sambil berbelanja dan mengatainya pemalas, sampah masyarakat, penyendiri, pengangguran malang dan makian tak pantas lainnya.

Chidi terlalu sibuk dengan dunianya. Sosialisasi, relasi tidak penting baginya. Hidup adalah perjalanan dan jika kita bisa membuatnya simple dan enjoyable kenapa kita mesti menjejalinya dengan teori-teori muluk. Bagi Chidi teori bukan untuk dipelajari dan dipraktekkan tapi untuk dibuat dan dipraktekkan oleh orang lain..hmm

Coba kita ikuti jalan pikiran Chidi, kali ini Chidi punya ide, ide yang sangat brilian. Segera saja Chidi menyalakan mobilnya, diliriknya spion kanan dan kiri. Masih sama seperti 10 menitan yang lalu. Jalanan masih tampak lengang, minimarket belum lagi buka. Chidi mengemudikan mobilnya dengan cepat, disebuah pertigaan Chidi mantap membelokkan mobilnya. Sekonyong-konyong mobil Chidi berhenti mendadak
..CIIIIIIIiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttttt..

”itu dia”
Chidi bergumam senang melihat kawanan kambing sedang asyik merumput, mengendap-endap Chidi bermaksud menangkap salah satunya..
Mm yang mana ya..ah sudahlah Chidi juga sudah memikirkannya. Kambing berwarna belang, hitam dan putih. Menarik perhatian Chidi. Serta merta kurang dari 15 menit Chidi berhasil memasukkan kambing malang tersebut ke dalam jok belakang.

”Hei kambing, maafkan aku. Tapi kau harus bergabung dengan rencanaku, sini aku bilangin”
”psstt...psssttt....pssssssssssssssssttttttttt” Chidi membisiki telinga si kambing. Hehe Chidi....Chidi..ck..ck.ck

Kemana kira-kira Chidi membawanya?

Yup..kembali ke pelataran mini market. Chidi menurunkan kambing itu disana. Di dalam salah satu gudang tak terpakai di sisi kiri mini market. Tidak lupa disediakan rerumputan hijau sebagai makanannya.

Dengan langkah santai Chidi melangkah pelan ke dalam mini market yang kini telah ada tulisan ’OPEN’ di pintu masuknya, memilih-milih barang belanjaan di dalam mini market yang sudah mulai ramai itu.Sambil berusaha mengacuhkan pandangan dan tudingan orang-orang tak punya kerjaan. Tiba-tiba Chidi merasa ingin buang air tak tertahan. Seraya minta ijin kepada salah satu pramuniaga Chidi beranjak ke toilet.

Sementara itu..masuk dari arah depan dua orang kriminal berpakaian ala teroris membawa senjata api sedang berusaha merampok mini market itu, seketika pramuniaga dan pengunjung lari tunggang langgang, sebagian bersembunyi dan akhirnya semuanya menelungkup di lantai demi mendengar sebuah letusan
”DUAAARRRRR”

Oh tidak dengan mudahnya perampok itu merampas barang-barang berharga pemilik mini market dan pengunjungnya, kemudian berbarengan dengan keluarnya seorang perampok, Chidi kembali ke dalam mini market.

Secepat kilat Chidi memencet tombol alarm yang langsung berbunyi nyaring dan memberi sinyal bagi petugas keamanan setempat.
”NGUING...NGUING...NGUING...NGUING”

Dalam kepanikannya, perampok berusaha kabur dengan membawa mobil mazda kesayangan Chidi. Nahlo

Chidi menangis meraung-raung, pergi berlari lewat arah belakang. Luput dari pandangan semua orang. Alih-alih mengejar dan prihatin dengan Chidi. Orang-orang kembali histeris melihat salah satu perampok tertinggal, seketika massa pengunjung dan pramuniaga yang mulai mendapati keberaniannya mulai mengejar perampok.

Perampok itu lari secepat kilat ke gudang di sebelah kiri mini market. Karena tidak ada lagi jalan keluar yang memungkinkan. Hilang dari pandangan. Massa mengikutinya, sesampainya di gudang, massa terengah-engah dan terheran-heran mendapati seekor kambing yang panik melihat keramaian.

Setelah berdiskusi, massa sepakat dan yakin bahwa kambing warna belang, hitam putih, adalah penjelmaan seorang perampok bersenjata yang merampok mini market dan mencuri mobil Chidi. Pencuri bersenjata yang menggunakan ilmu hitam dan menjelma sebagai kambing. Penduduk desa yang curiga menyerahkan kambing tersebut kepada petugas keamanan yang baru datang.


Dua hari kemudian, petugas asuransi menelepon kantor polisi Swara..

”Warga melaporkan, dua perampok bersenjata telah merampok mini market dan mencuri mobil. Massa memburu penjahat tadi dan seorang berhasil lolos, sedangkan yang lainnya menjelma menjadi kambing. Saya tidak bisa memastikan kisah ini, tetapi yang jelas kambing tersebut ada dalam sel tahanan kami. Kami tidak bisa memberi informasi berdasarkan hal-hal mistis,” jawab Nunde Ahmed, dari Kepolisian Negara Bagian Swara.

”Oh, baiklah Pak. Terima kasih atas informasinya” jawab bagian asuransi.

Sepekan kemudian, Chidi terlihat asyik menikmati liburannya di tengah samudra, diatas kapal pesiar mewah. Lihat itu disebelahnya, bukankah itu si penggembala kambing?. Oh God rupanya mereka bekerja sama merampok mini market dan menipu agen asurasi mobil Chidi. Lihatlah sekarang apa yang mereka nikmati.


”Kira-kira apa yang terjadi dengan kambingmu ya?”
”Mmm...entahlah. Aku tau dia kambing yang baik, tapi aku juga sudah lelah merawatnya. Daripada tidak ada yang merawat lebih baik dia berada dalam sel tahanan polisi kan?”

Keduanya berpandangan...dan
”HUAHAHAHAHHAAAAA, Kita Kayaaaaaaa”
”Tentunya berkat bantuanku”
”Aku”
”Aku lah, enak aja”
”Yeee jelas jelas aku yang punya ide”
”Aku kan yang punya senapan dan kambing”
”Tapi aku kan yang punya ide dan mobil”

Jadi mana tokoh protagonis dan mana antagonisnya nih, aahhh kadang hidup memang aneh ya.

Jumat, 23 Januari 2009

Under De sea



One of my favourite song.
Seems like i've been swim with little marmaid all the day. Uhh i luv swim much much


Under The Sea

The seaweed is always greener
In somebody else's lake
You dream about going up there
But that is a big mistake
Just look at the world around you
Right here on the ocean floor
Such wonderful things surround you
What more is you lookin' for?

Under the sea
Under the sea
Darling it's better
Down where it's wetter
Take it from me
Up on the shore they work all day
Out in the sun they slave away
While we devotin'
Full time to floatin'
Under the sea

Down here all the fish is happy
As off through the waves they roll
The fish on the land ain't happy
They sad 'cause they in their bowl
But fish in the bowl is lucky
They in for a worser fate
One day when the boss get hungry
Guess who's gon' be on the plate

Under the sea
Under the sea
Nobody beat us
Fry us and eat us
In fricassee
We what the land folks loves to cook
Under the sea we off the hook
We got no troubles
Life is the bubbles
Under the sea
Under the sea
Since life is sweet here
We got the beat here
Naturally
Even the sturgeon an' the ray
They get the urge 'n' start to play
We got the spirit
You got to hear it
Under the sea

The newt play the flute
The carp play the harp
The plaice play the bass
And they soundin' sharp
The bass play the brass
The chub play the tub
The fluke is the duke of soul
(Yeah)
The ray he can play
The lings on the strings
The trout rockin' out
The blackfish she sings
The smelt and the sprat
They know where it's at
An' oh that blowfish blow

Under the sea
Under the sea
When the sardine
Begin the beguine
It's music to me
What do they got? A lot of sand
We got a hot crustacean band
Each little clam here
know how to jam here
Under the sea
Each little slug here
Cuttin' a rug here
Under the sea
Each little snail here
Know how to wail here
That's why it's hotter
Under the water
Ya we in luck here
Down in the muck here
Under the sea

Hakikat KeReN..(peng)

Bersama seseorang saya pernah membahas masalah “keren”! Hakekatnya, prakteknya bahkan sampai pada perasaan praktisinya. Dan ujungnya obrolan kita yang tadinya santai dan slow dalam kurun waktu kurang dari 1 jam, telah berubah menjadi perdebatan ”hot dan sensasional” layaknya perdebatan parta-partai pemilu Indonesia yang makin hari makin nambah aja jumlahnya. (hehe pendapat pribadi cing), atau bahkan perang Lord Voldemort Vs Harry Potter yang menghabiskan berlembar-lembar kertas, dan berlanjut sampai buku 7 (Top Coy).

Kira-kira gimana ya? Penasaran?? LANJUUTTT


Gw : Tau nggak sih aku tuh kalo naik motor pake syal trus melambai-lambai ketiup angin tuh rasanya keren banget dah ah..


Mr.X : Mm.. (mengkeriutkan wajah) macak ciiihhh...

Gw : Apalagi kalo syalnya panjang dan menyelampir di bahu gituh, fiuh rasanya semua mata memandang terpesona!

Mr.X : Nggak segitunya kaleee (mencoba bersikap santun)

Gw : Apalagi kalo warnanya nguejreng misalnya oranye putih gituh, huduh serasa gimana deehh..hehe (cengar-cengir nggak jelas)

Mr.X : Yoi pastinya TOP banget ssiihh (sambil menggeretakkan gigi mencoba menahan emosi)

Gw : Kalo kamu, ngarasa keren pas moment apah? (bertanya dengan perasaan tdk bersalah)

Mr.X : Weits..kalo ak nih pake kacamata coklat andalanku itu tuh..mhmh MasyaAllah..Aduhai manisnya diriku. (sekonyong-konyong hilanglah emosinya)



Gw : Beugh..kacamata yang butut ituh

Mr.X : Enak ajah, emang syalmu nggak kurang butut apah

Gw : Eh coba ya, mana ada keren-kerennya pake kacamata seiprit gituh, ada juga jaman sekarang yang ngetop tuh kacamata ala The Changcuters tuh.

Mr.X : Lah Ak bukannya mirip banget tuh ama vokalis Changcuters kalo pake tuh kaca mata

Gw : Hello..plis dech

Mr.X : Mang keren apaan siy? Ngomong mulu jangan-jangan nggak tau artinya lagi

Gw : Nih, keren tuh sebuah sensasi, sensasi atas nilai kepercayaan diri kita terhadap sesuatu (misalnya: dengan memakai syal ak ngarasa kereeen banget)

Mr.X : Nah kalo gitu artinya kita nggak boleh dong menetapkan standar kekerenan?

Gw : Kenapa nggak?

Mr.X : Lah kalo orangnya mang asli keren tapi nggak suka pake syal turus mo dibilang cupu? Nggak gaul? Nggak modis? Kuper bin kupret?

Gw : Eh eh eh kok gitu siy. Serah ak dong kalo pake syal trus jadi keren! Dan kalo kamu suka pake kacamatamu dan menganggap ituh keren ya FINE (diucapkan dengan nada super duper kesal)

Mr.X : Wokeh, ak nggak papa nggak sepaham sama kamu untuk yang satu ini. Toh aku memang keren pake tuh kacamata.

Gw : Duh plis deh kalo kacamata diruangan gelap apalagi warna gelap mang nggak keliatan kayak tukang pijit refleksi apah?

Mr.X : Jiaaahhh kalo syal ditempat ”hot” kayak Jakarta, nggak keliatan sakit flu emang?

Gw : Ah udah deh nggak suka bahas ini!!

Akhirnya, masing-masing memutuskan untuk tetap mengandalkan barang-barang kekerenan mereka. Hanya saja demi saling menghormati keduanya tidak mengenakan ’dua barang aneh’ ketika kebetulan bertemu lagi.

Eits jangan salah, tapi keduanya tetap mempopulerkan ’kekerenan’ masing-masing. Ujungnya ’dua barang aneh” itu sih bener-bener jadi populer. Lalu bagaimana dengan empunya? Asline elek yo elek wae lah (aslinya jelek ya jelek aja lagi...javanese.red). wkwkwkwk..pissss

Dedicated to someone, somewhere i belong...hayaahhhh

Sumatera Utara (Danau Toba)

Legenda Danau Toba-Sumatera Utara
Diceritakan kembali oleh Icha Affandy




NgngnggNGNGNGNGNGNGNG! HAP! SLURP!

Di tepi sebuah danau, di sela sesemakan yang rimbun dan lembab.
Seekor katak kecil dan gemuk menikmati santapan malam untuk yang kelima kalinya.

“Hohoho, ayolah Nak berhentilah makan sebelum nyamuk-nyamuk gemuk itu membuatmu muntah kekenyangan..”Kata Ibu Katak
“Ah ibu, ini baru yang kelima, perutku ini mampu memuat berpuluh-puluh nyamuk dalam sehari”jawab anak katak
“Hohoho, melihatmu begitu gembul Ibu jadi teringat sebuah cerita tentang danau ini”kata ibu katak
“Apa itu Bu?”Tanya anak katak
“Ayolah sini, berbaringlah di kedua kaki ibu dan ibu akan mulai bercerita untuk mengantar tidur nyenyakmu”kata ibu katak


Plung…
Terdengar suara lemparan kail. Ya disana, ditepi sungai berair jernih di kaki bukit, tampak seorang pemuda sedang asyik memancing bersama anjing setianya.

Tidak seperti biasanya, hari ini selesai sarapan, Ia hanya ingin memancing dan bersantai. Toh tidak setiap hari ia harus mengerjakan ladang. Kalo beruntung, makan siang dengan lauk ikan bakar pasti akan sangat nikmat! Hmm…

Setelah beberapa saat menunggu dengan sabar, terasa sesuatu memakan umpannya. Nah ini dia makan siangku, pikir pemuda itu.

Perlahan dan kuat ditariknya tongkat pancing..
TARRAAAA…seekor ikan besar bersirip indah menggelepar-gelepar tak berdaya!
Makan siang yang sempurna. Pikir pemuda itu

Dengan perasaan puas dan langkah ringan, pemuda itu pulang ke pondok kecilnya
yang nyaman. Sesampai dirumah Ia baru teringat dia harus ke pasar untuk membeli beberapa bumbu dan sayuran.

Sebelum pergi ia berpesan agar anjingnya menjaga pondok.

Tak seberapa lama, pemuda itu kembali dari pasar dengan membawa belanjaan. Tapi sesampai di pondok ia terkaget-kaget melihat sisik dan sirip ikan bertebaran dilantai.
“Siapa yang mencuri ikanku!”. Teriak pemuda itu dengan penuh amarah
Oh ya ya, sepertinya dia tau siapa pelakunya.

Di halaman pondok ia melihat anjingnya yang bermain sambil menjilat-jilati kakinya. Tanpa berpikir panjang ditendangnya anjing piaraannya itu.

“Dasar anjing pencuri..”
Kaing! Kaing! Teriak anjing itu kesakitan.

“Berhenti! tolong jangan sakiti anjing tak berdosa itu”
Terdengar suara lembuat perempuan dari dalam pondok.

Terkaget-kaget pemuda itu, demi melihat seorang gadis cantik berdiri anggun dalam pondoknya, pemangdangan yang sangat kontras mengingat kondisi pondoknya yang kotor dan tampak usang.
“Siapa kamu, apa yang kamu lakukan dalam pondokku” Tanya pemuda itu penuh selidik
“Aku adalah ikan yang berhasil kamu tangkap” jawab gadis itu
“Tolong beri kesempatan aku untuk hidup, dan aku akan mengabdi sepenuhnya kepadamu” lanjut gadis itu penuh harap
“Tuhan mengatur agar kita berjodoh. Maka jika kau ijinkan, aku akan menjadi istri yang baik bagimu. Tetapi dengan satu syarat. Jangan pernah berkata bahwa aku adalah ikan”

Setelah berpikir lama akhirnya pemuda itu menyetujui usul dan syarat itu. Maka mereka menjadi suami istri yang bahagia.

Beberapa bulan kemudian sang istri mengandung, makin lengkaplah kebahagiaan mereka dengan hadirnya sang buah hati.

9 bulan kemudian sang istri melahirkan seorang bayi laki-laki lucu. Jadilah mereka Bapak dan emak yang bahagia, karena dianugrahi bayi lucu yang sehat dan kuat.

Beberapa tahun kemudian sang bayi tumbuh menjadi bocah kecil yang kuat. Makan dan minumnya banyak. Sayangnya ia kurang suka membantu orang tua.

Namun Bapak dan emaknya memaklumi hal ini karena dia masih kecil.

Semakin bertambah usia anak mereka, kebutuhan makanannya pun semakin banyak. Sangat banyak bahkan. Kadang-kadang karena masih terasa lapar ia mencuri jatah emak atau bapaknya.

Melihat hal ini lama-lama Bapak jadi geram.

“Kerjamu hanya makan dan tidur, lalu kapan kamu bisa membantu emak dan bapakmu ini?” Tanya Bapak sebelum berangkat kerja
“Sudah Pak, nanti juga dia akan membantu. Iya kan Nak” kata emak menenangkan
“Nggak ah Mak. Bagaimana aku bisa kerja kalo aku selalu lapar” jawab anaknya lugu

Bapak semakin marah mendengar jawaban anaknya. Dengan kesal ia berangkat ke ladang. Sementara Emak hanya tersenyum menahan kesedihannya.

Wajar seekor anak ikan makannya banyak. Batin emak

Hingga suatu hari Emak meminta tolong pada anaknya untuk mengantar bekal makan siang Bapak yang tertinggal..
“Tolong Nak antar makanan ini buat Bapak. Kasihan Bapak pasti lapar” pinta Emak dengan lembut
“Baiklah Mak” Jawak si Anak menyanggupi
Siang mulai terik. Si Anak berjalan pelan diantara bayangan pohon rindang.”
“Wah aku haus sekali”
Karena merasa sangat haus, anak itu meminum air dari bekal Bapak. Perjalanan masih jauh namun perutnya sudah terasa lapar..
“Kriuk..kriuk”
Diliriknya bekal Bapak sambil bepikir..
“Kalo aku makan sebagian Bapak pasti mengerti kalo aku sangat lapar” ujarnya

Tanpa pikir panjang dibukanya bekal Bapak. Mulailah dia memakan dengan lahap. Saking lahapnya tak terasa bekal Bapak tandas dimakannya.

“Waduh, bagaimana ini Bapak pasti marah”
Si anak tak berani ke ladang, akhirnya dia malah pergi bermain saja.

Sementara di ladang, Bapak yang kelaparan akhirnya pulang. Dirumah ditemuinya Emak yang langsung di dampratnya.

“Kenapa bekal Bapak tidak Emak antarkan?!” Tanya Bapak emosi
“Aku minta tolong anak kita mengantarkannya..” jawab Emak terheran-heran
“Mana! Udah siang begini Bapak belum makan apa-apa sama sekali!” jawab Bapak
“Oh Tuhan, kemana anak itu?” Emak balik bertanya dengan khawatir

Bapak memutuskan mencari anaknya. Hingga di sebuah tanah lapang dilihatnya si anak tengah asyik bermain dengan kerbau. Sementara di sampingnya, Bapak melihat bakul kosong tergeletak.

Melihat hal itu Bapak Emosi. Tanpa pikir panjang dihampiri dan dimarahinya si anak.
“Heh sini, CEPAT!” teriak Bapak memanggil
“Ba..Bap..Bapak..” jawab anak ketakutan
“Mana Bekal Bapak! Hah ayo jawab!”
“Dasar anak Ikan! Anak tidak berbakti, bikin orang lain khawatir saja!.. Kau biarkan Bapakmu ini kelaparan hah. Maumu apa?!”. Tanpa sadar Bapak melanggar janji yang selama ini selalu dia pegang.

Mendengar kata-kata bapaknya. Si Anak sedih seraya berlari pulang sambil menangis tersedu-sedu menemui ibunya..

“Hikhik. Emak…apa benar aku ini anak ikan mak?” Tanya si anak sambil menangis
“Siapa yang berani berkata begitu padamu Nak?” Tanya Emak terkejut
“Bapak, Mak. Bapak sangat marah dan membenciku”

Mendengar jawaban anaknya, Emak hanya tertunduk lesu. Ikut menangis dan menggandeng tangan anaknya..
“Ayo nak, kita harus pergi dari sini. Kita memang berasal dari ikan dan karena Bapak melanggar janjinya maka kita akan kembali menjadi ikan.”

Bapak yang menyadari kesalahannya. Berlari pulang. Mendapati anak dan istrinya tidak ada, Bapak berteriak-teriak..
“Maafkan aku, maafkan aku, jangan tinggalkan aku…KEMBALI!”

Namun, janji adalah janji. Emak juga tidak bisa berbuat apa-apa. Seketika langit gelap. Kilat menyambar-nyambar. Hujan badai menumpahkan berton-ton air yang menenggelamkan halaman dan ladang. Genangan air makin tinggi. Mengubah lembah menjadi danau yang sekarang dinamai Danau Toba.

Emak dan anak kembali jadi ikan. Mereka hidup berdua menjaga danau Toba.


“Hoahm…Ibu hebat. Ceritanya seru. Mungkin aku akan mulai jadi anak berbakti dan tidak makan berlebihan lagi.” Kata katak kecil sambil terkantuk-kantuk
“Tidurlah Nak. Bagaimanapun tingkah seorang anak, kasih sayang ibu tidak akan ada habisnya. Selamat tidur, sayang”

BaLi - Bulan Pejeng

Cerita Rakyat

Saking kepengennya ke Bali dan belum keturutan juga, jadi sementara kita wujudkan obsesi ini dengan mengulak alik cerita rakyat nya...hehe





Bulan Pejeng (BALI)
Diceritakan kembali oleh Icha Affandy


Menurutmu kenapa Bali begitu cerah?
Hawanya gerah,
Pemandangannya begitu indah.
Jika menurutmu itu tercipta begitu saja, mungkin kamu salah..

Dengarkanlah
Karena angin malam sering menghembuskan kisah…….






Pulau Bali bukanlah tempat tinggal yang aman kala itu. Banyak pencuri yang bersembunyi di antara semak-semak di lereng gunung.
Setiap malam penduduk desa merasa was-was, berharap ketika esok menjelang harta benda mereka masih berada ditempat yang semestinya.

Namun apa boleh buat, setiap malam gerombolan pencuri sakti selalu berhasil mencuri sesuatu dari desa.

Penduduk yang khawatir memohon kepada Dewata agar selalu menerangi malam, yang mampu menjaga dan menghalau para pencuri.

Ketika Dewata mengabulkan permintaan mereka. Di langit bergantungan tujuh buah bulan! Waow bayangkan betapa terang dan panasnya pulau Bali.

Siang dan malam tak ada bedanya. Kini penduduk desa bisa bekerja dan beristirahat dengan nyaman dan aman. Sementara di lereng gunung kehidupan para pencuri berubah total.

Para pencuri berupaya keras agar ketujuh bulan berhenti bersinar. Dengan kesaktian masing-masing mereka berusaha menjatuhkan bulan-bulan itu. Mungkin karena usaha mereka, tiba-tiba langit bergoyang, bulan-bulan bergerak tak kearuan. Seolah langit marah! Akhirnya salah satu bulan terjatuh BRUAAAKK!! Menggelinding dan tersangkut di dahan pohon Teep (sejenis jati) yang tumbuh di lereng gunung.

Wah, wah wah para pencuri makin kalang kabut, kini bahkan markas mereka tak terhindar dari cahaya bulan yang terang benderang.
“Bulan sialan, karenamu kita semua kelaparan” teriak para pencuri itu berang.
“Singkirkan saja bulan itu” teriak pencuri yang lain
“Ya betul. Goyangkan saja pohon besar itu” teriak yang lain menimpali

Satu persatu mereka mencoba namun belum ada yang berhasil. Pimpinan pencuri sakti yang merasa tertantang akhirnya turun tangan. Pertama disiramnya bulan itu dengan air seni, ajaib perlahan-lahan cahaya bulan meredup. Setelah itu dengan tenaga yang luar biasa dan dibantu dengan kesaktiannya, didorongnya bulan itu..

Krek..krek…BRUAK…GEDEBUMMM!!!
Dahan pohon patah, bulan besar itu akhirnya terjatuh dan menggelinding dengan hebatnya menuruni lereng gunung ke arah desa. Menerjang apa saja dihadapannya. Semak,, tumbuhan dan hewan yang terlindas menyatu dengan tanah menjadi humus. Bebatuan terpecah menjadi serpihan. Tanah keras dan terjal menjadi gembur seolah habis dibajak beribu-ribu kerbau.

“HORE!!!!… “ teriak para pencuri gembira.

Akhirnya di sebuah tanah lapang bulan yang tidak bercahaya itu terhenti. Para penduduk yang merasa berhutang budi mengabadikan nama desanya dengan nama pajang yang artinya sinar terang. Dan bulan itu diberi nama bulan pejeng.

Para pencuri yang kehilangan semak-semak tempat bersembunyi mulai berpikir..
“Hah apa gunanya kita melenyapkan bulan itu kalo akhirnya tetap saja kita kehilangan markas”
“Aku capek mencuri. Mencuri itu melelahkan”
“fiuh aku juga, belum kita mesti terjaga dimalam hari, berlari menghindari kejaran massa, bersembuyi di siang hari..”
“hmph..sepertinya aku ingin cari pekerjaan lain saja”

demikian obrolan mereka. Tiba-tiba salah satu dari mereka mendapat ide brilian.
“Aha..kenapa tidak kita garap saja tanah gembur ini. Kita bisa menjadikannya lahan menanam tanaman yang bisa dipanen. Dan kita bisa berhenti mencuri”

Akhirnya mereka semua setuju untuk berhenti mencuri dan memulai kehidupan baru yang lebih baik.

Eit eit eit.. Cerita ini belum selesai …

Enam buah bulan dilangit kini menjadi masalah. Penduduk tetap tidak bisa membedakan siang dan malam, tidak bisa menghitung jam, hari, bulan apalagi tahun. Panen gatot alias gagal total karena petani tidak tahu kapan harus menanam padi, kapan harus memanen dan sebagainya.

Penduduk desa kembali memohon kepada Batara Surya agar dilangit hanya ada satu matahari dan bulan saja. Batara Surya yang adil dan bijaksana akhirnya kembali mengabulkan permintaan mereka.

Diambilnya kelima bulan, dipecahkannya menjadi potongan-potongan kecil, dikembalikannya ke langit malam. Coba tebak apa yang terjadi..

Yup..langit indah yang bertaburan bintang kini senantiasa menghiasi langit malam di kota Bali. Yang orang bilang sepotong surga Indonesia.

BALI… u’ve to wait for me, I’ll coming soon!! (Obsesi terpendam)

Rabu, 21 Januari 2009

Super HERO ala MUMBAI...

Mumbai, Pukul 22.30

Sarah Frederick Husein bersantai di ranjangnya yang nyaman ketika didengarnya..
“Brmm…ciiiitttt…Bluarrrrrr…dor dor dor dor...dor dor!!!”
“AAAAaaaaa….Oh my God..please please…”

Sekelompok pria bertopeng dan bersenjata otomatis serta granat menyerang lobi dan restoran Hotel Taj Mahal Palace. Ratusan tamu panik dan langsung bersembunyi di bawah meja dan dapur hotel. Semua lampu dimatikan. Pintu dikunci dari dalam.

Penasaran, Sarah memberanikan diri. Pelan melangkahkan kakinya yang seksi menyusuri lorong kamar Hotel mewah itu.
“God apa yang terjadi” gumamnya lirih..

Menuju ke arah Lobi Sarah beberapa kali berpapasan dengan beberapa orang yang bergumam cepat atau langsung menarik-nariknya keluar..
“Mari nona, tempat ini tidak aman. Kalo anda warga US atau Inggris sebaiknya cepatlah lari dan bersembunyi!

Jika tidak ingat beberapa sahabatnya tadi di Lobi, mungkin tanpa dikomando pun Sarah akan berlari tak keruan.

Sarah sedang menikmati liburan sekolahnya di tempat itu bersama beberapa sahabat. Berharap bisa bersenang-senang, melepas penat selepas ujian dengan menikmati gemerlapnya Mumbai. Selesai makan malam teman Sarah yang lain turun ke Lobi, meninggalkan Sarah yang masih ingin beristirahat. Namun Istirahat Sarah terganggu demi mendengar pesan singkat di HPnya yang berbunyi
“Lobi kacau.Teroris.Tolong kami” dari Tammy sahabat dekatnya


Teriakan-teriakan panik bercampur teriakan perintah, bising melemaskan syaraf
Deruan senapan mesin menggetarkan segala nyali dan kekuatan
Bau amis dan kepulan bubuk mesiu menambah perih dan pilu..

Dari segala kepanikan itu, beruntung Sarah menemukan lorong penyelamat, semenit sebelum salah satu pria bertopeng menembakan peluru panas, yang menghujam seorang bule beramput pirang, yang tadi mencoba menarik-narik Sarah untuk berlari dan sembunyi.

Pekik tertahan sarah membaur dengan teriakan memilukan dari korban.

Pelan, sangat pelan Sarah bergeser ke sebuah lorong tempat para karyawan hotel keluar masuk, dipintu kecil yang langsung menuju lobi, setelah dirasa cukup aman untuk mengintai, sarah beringsut. Mencoba melonggokkkan kepalanya di salah satu pintu kaca lobi, yang entah kenapa malam ini terasa dingin dan mencekam. Seakan bangunan itu turut merasakan ketakutan-ketakutan orang didalamnya.

Disana, di lobi Sarah melihat seorang teroris yang sepertinya pimpinan kelompok itu, memeriksa paspor orang-orang asing. Entah informasi apa yang ingin ia cari disana.

Sarah sangat ketakutan, lututnya lemas, jantungnya berdebam-debam tak keruan, air matanya sudah berjam-jam yang lalu mengering dan membekas di pipinya yang mulus.

Sepertinya mereka mengincar orang asing karena yang dicari orang yang memegang paspor Inggris dan AS.

Beberapa menit bertahan dengan posisi yang jauh dari nyaman. Sarah benar-benar tersiksa. Ingin sekali Sarah menelepon polisi lewat HPnya. Tapi ..

Tiba-tiba pintu kaca tempat Sarah bersembunyi dibuka dari sisi dalam..
“Berdiri, balik badan dan angkat tangan!” perintahnya kasar

Seketika jantung Sarah seakan berhenti berdenyut. Moncong senjata tepat menohok belakang kepalanya…

“Astaghfirullahaladzim..God help me..” pekik lirih Sarah
Demi mendengar ucapan Sarah, Pria bertopeng itu tertegun.

“Cepat menunduk” perintahnya kasar
Dilemparkannya Sarah kembali ke lorong gelap itu
“Tetap menunduk, jangan sekali-kali kau mencoba melihat keadaan didalam”
“Bersembunyi dan coba untuk tidak membuat suara”
“Aku salah satu dari mereka, meski bagiku kau tampak seperti kelompok yang kami cari. Tapi aku tak ingin melukaimu…semoga Tuhanmu melindungimu dan bersyukurlah atas kesempatan yang kau terima”

Sejurus Sarah tertegun atas ucapan si teroris, memberikan diri ditolehnya musuh sekaligus pahlawannya itu..
Badannya tegap, meski dibalut topeng, dari suaranya Sarah bisa menduga, dia orang yang beruntung di karuniai kelebihan.yang mungkin mampu menggetarkan hati semua orang.

“Terima kasih..” gumam Sarah lirih
“HEI..sudah kau periksa pintu itu!” terdengar teroris yang seperti pimpinan kelompok bertanya pada anggotanya.
“Disini Clear” jawab pria misterius ini mantap

Namun tiba-tiba bagai dihantam palu Sarah gemetar mendengar teriakan..
“BOHONG, aku mendengar suara disana, buka pintunya, CEPAT!” teriak pimpinan teroris
“Oh tidak!!” teriak Sarah Panik

Terburu-buru Sarah berdiri, berusaha berlari namun ia sadar sesuatu yang panas dan mematikan tengah memburunya bersamaaan bunyi letupan …

Satu detik…dua…tiga……………………DHUAK!!!

“AUW!”

Hanifah mencoba berdiri, meraba belakang kepalanya yang terasa panas terbentur ranjang. Terburu-buru mencari cermin.

“Alhamdulillah Ya Allah…Aku bukan si cantik Sarah yang seseksi Catherine Zeta Jones tapi aku mendapat kesempatan bertemu Zorro,




dan aku bukan Harry Potter yang mesti tinggal dilorong sempit dan memiliki codet di dahinya dan tidak juga si James Bond yang diburu-buru musuh…”

Dilihatnya monitor komputernya yang memampangkan sebuah gambar hotel yang terbakar akibat ulah teroris dan mulai menyadari narasumber mimpinya….

Diambilnya air Wudhu dan bersiap untuk shalat shubuh…mengadu kepada kekasihNya tentang hidup yang selalu disyukurinya. Tentang Hero yang didatangkanNya untuk melindunginya …”God seems like im in Love…can I see him in sweet dream..hehe”


Depok
Jum’at, 8 nov’08-07.35 WIB

Misteri Burger Autis

Sinetron ABG
Judul : Misteri Burger Autis

Script 1





Background : Suasana kampus yang mulai sepi, dua orang sahabat duduk dibelakang counter burger “AUTIS” . Keduanya tampak bete, meributkan sesuatu yang ‘aneh’ ;-)

Keduanya merasa cape dengan obrolan yang tengah terjadi, cuma sama-sama merasa harus ada penyelesaian.

Icha :
Gw minta maab sama lu ta, gw mang banyak bgt salah. Gw cuma pengen ngobrolin ini ama lu. Lu yang sering bilang ke gw kalo ada yang ’ngganjel’ lebih baik kita utarakan sama orang yang bersangkutan, kita obrolin supaya sama-sama ngerti. Dan nggak ada enak nggak enak lagi.

(close up : Muka Icha mengiba, ampir nangis. Berharap Rita akan memaafkan kesalahan konyol nya)

Rita : Ehem (diucapkan dengan gaya malez)


Icha : Sekarang gw coba untuk praktekin ini. Ehem..ehem (sambil memperbaik sikap duduknya)

1. Gw gak papa di kata-katain (konteksnya becanda), Tapi kadang-kadang kalo berlebihan gw juga gak bisa nahan untuk gak emosi. Gw bukan berusaha ngungkit-ngungkit tapi kan gak perlu semua orang tau kalo gw sok cakep, kalo gw belaga imut kalo gw narsis keren abis etc (misalnya)
2. Gw mang rada gatek, thats why gw banyak nanya ke elo. Karena gw pikir lo orang yang tepat buat ngejelasin ke gw. Dan selama ini gw banyak terbantu ama lo
3. Gw mungkin kurang gaul. Thats why kadang-kadang obrolan geng kita, agak susah gw tangkep (setidaknya gw perlu waktu buat mencerna intinya). Makanya gw dapet predikat ’autis’. Gw nggak terlalu bermasalah karena emang becanda, tapi kembali lagi jika setiap waktu ini diucapin ke gw, gw lama-lama jadi mikir mang gw sedemikian ’oneng’nya ya?
4. Gw bukan orang yang terlalu perhatian ama detail-detail. Tapi gw punya lu, orang yang peduli pada semua detail-detail itu. Ada kalanya gw jadi mikir mungkin lu berlebihan. (ini pendapat pribadi gw)
5. Semangat lo akhir-akhir ini bawa pengaruh besar buat gw. Dan agak susah buat gw mengikuti ritme yang selama ini gw tinggalin. Mang karena kesalahan gw sendiri. Setidaknya as orang yang gw anggep ’the best of best friend’ lu mestinya Bantu gw dengan spirit dan doa….

Rita : Tis eh Cha gw berusaha untuk ngejelasin ke elo, dari tadi tuh gw ngobrol nyantei ama lo. Lo kayak orang baru kenal gw deh, gw kan dari dulu orangnya ekspresif. Selalu sampein apa yang nggak gw suka pun sebaliknya. Mang kalo lo lagi sensi salah gw, salah temen-temen gw? Salahin dong tuh tukang scriptnya ngapain suruh kita berantem, mana burger autis gw dah dingin nih nungguin adegan makan dari tadi nggak jadi-jadi

(Gaya cinta di film A2DC)

Icha: Iya nih, ya udah kita temenan lagi ajah. Toss dulu dong

Close up gambar ‘toss an’ Burger autis yang sudah mulai mendingin, dengan lelehan mayonnaise yang membeku akibat tiupan angin musim semi (lebay deh ah). Tiba-tiba burger autis itu menghilang ditelan kegelapan kerongkongan entah milik siapa....BERSAMBUNG

Selasa, 20 Januari 2009

tITik (.)

CHAPTER 1




Pic gw yang asal ini mungkin bisa ngegambarin betapa tegangnya urat saraf ketika dadeline melanda.

Rasanya gw mau ngorbanin apaaaa aja, untuk mengembalikan waktu-waktu gw yang terbuang sia-sia. Semua daya usaha kita kerahkan demi mengejar jam tayang (hayah lebay banget nggak sih bo’)

Intinya kalo lagi dadeline, rasanya seperti mo lairan udah bukaan 5! Senut-senut, meni lieur (puyeng), huduh pokoknya kayak orang dapet panggilan alam deh (mpu*). Pokoknya nggak enak stadium 4.

Tapi begitu udah selesai, klien puas sambil di belakang bos nyenggol-nyenggol dan ”two tumbs up”..fiuh rasanya, sumpah LUEGAAAA nggak ketulungan.

Tapi ini lo yang dicari, sensasinya, akhirnya, TITIKnya!

Ngomong-ngomong apa sih yang dicari orang dari dadeline, dari klimaks atau bahkan pencarian arti kehidupan?

Semua orang penasaran pada apa yang sering kita sebut ”TITIK”, ”SELESAI”, ”TAMAT”, ”The End”, ”Entek” (kata org Jawa bilang)

Sederhana, so simply, bahwa susah payah kita mencari, menapaki, menelusuri. Segalanya berakhir pada TITIK dan untuk mempertanggung jawabkan TITIK.

Kalo gw ingat TITIK gw jadi takut untuk menyia-nyiakan waktu gw. Soalna Titik salah satu kakak kelas gw di tim Basket semasa SMA yang lucu banget. Ngliat dia suasana jadi ceria, latihan jadi seneng...loh loh STOP STOP TITIK PRIT PRIT! (malah nglantur nggak karu-karuan).

Sudah kalo begitu kita akhiri ini saja dengan TITIK (.) ;-)

Senin, 19 Januari 2009

Di Ujung Pena Kehidupan...

Chapter 1

Ini bukan hari Senin, bukan pula weekend. Sugesti mungkin namun Ariva selalu percaya hari yang diawali dengan senyuman akan membawanya kepada semangat positif, keberhasilan- keberhasilan kecil akan diraihnya. Dan akan memberinya keberhasilan besar..kalopun tidak hari ini ya mungkin esok.

Mmm..toh sugesti ini juga tak ada buruknya, setidaknya bagi Ariva. Itulah kenapa setiap pagi meski kebanyakan orang akan bergegas ke kamar mandi untuk siwak, tapi cewek satu ini sudah dengan pedenya nyengir-nyengir kuda.

Entah kenapa hari ini rasanya Riva enggan nyengir, meski dia tahu mungkin itu pertanda yang kurang baik baginya. Hujan turun sepanjang hari, hujan lebat yang mengantarkannya pada tidur lelap nan panjang.

Ariva sering berpikir, andai saja aku bos aku tidak perlu khawatir ini hari senin kek, minggu kek, tanggal merah kek, tiap kali pengen libur ya libur ajah.
Hmmmph...Riva menarik nafas panjang. Rasanya kamar tidurnya hari ini terasa begitu nyaman, kasur hijau empuk, plus bedcover dan pasangan bantal guling senada.

Riva tidak ingin beranjak dari kasurnya, tapi tiba-tiba saja Riva berhasrat untuk menulis, Ini memang lahan kehidupan Riva. Riva juga tak tahu mengapa orang yang kurang berbakat sepertinya, malah punya kesempatan dan peluang besar di dunia pertintaan. Padahal di luar sana banyak sekali, orang-orang yang lebih semangat untuk menulis, lebih berbakat dan lebih punya taste (mm iklan banget siy).

Riva selalu merasa nggak jago deh, tapi toh sampai hari ini sebetulnya sudah banyak karya-karya Riva baik yang kurang ampe biasa, haha..Meski selalu berusaha positive thingking namun Riva sering merasa hasil kerjaannya masih jauh di bawah standar.

Sambil menguap dan memicingkan mata, diambilnya sebuah pena, hadiah dari TTN (teman tempat nongkrong..dih maksa banget sih) plus buku ijo tua bekas seminar juga hasil jarahan dari teman kampusnya.

”Ini hari apa sih, kenapa ya gw males banget, hari-hari gw rasanya monoton. Gw pengen berpetualang, mencari hal yang baru, menggapai cita baru, bahkan mungkin menciptakan dunia baru..

Fiuh..manusia memang repot ya, tak pernah merasa cukup. Kenapa sih kita nggak belajar dari pohon, batu, ato bahkan monyet..upss maaf ini bukan makian kok. Hehe

Lihatlah pohon mereka hanya diam, tak banyak menuntut, bahkan dia memberi naungan bagi siapa saja yang hendak berteduh dari sengatan sinar matahari dari derasnya hujan, tak pernah menuntut meski tiap kali berbuah dia tak bisa menikmatinya sendiri, tak pernah menuntut meski diperlakukan dengan kasar, bahkan di sayat-sayat hanya untuk sekedar mengukir nama orang terkasih...manusia...manusia ckckck

Bersambung...

Jadulisme VS Modernisasi

Penting Gak Seehh…

Zaman memang sudah berubah. Drastis malah, mm..sekarang udah banyak banget yak anak-anak SD pegang HP, anak SMP manggut-manggut asyik dengerin MP4, anak-anak SMU pada manggul laptop berburu Hot Spot di mall, dan tempat-tempat umum lainnya. Anak kuliah? Mm..jangan tanya, tangan masih asyik utak-atik HP Blackberry keluaran teranyar, sambil manggut-manggut dengerin musik dari Ipod nya, dan memanggul apa yang disebut tukul “Laptop” seraya memutar-mutar kunci mobil sport di telunjuk tangan kirinya.

Jangankan mereka, pernah suatu kali pas pulang kampung dan jalan-jalan dipematang sawah, itu yang namanya mas mas pencari rumput keliatan sedang beristirahat di bawah pohon pisang sambil cengar-cengir sendiri, lagi asyik ngobrol dengan HPnya yang buat aku aja belinya nyicil 5x….ckckck

Hmm..gambaran ideal akan modernisasi, bener-bener kayaknya Indonesia mulai kehilangan sisi tradisionalnya. Dimana ya gobak sodor yang kini dah diganti dengan PS, mana ya sepeda ’ontel’ yang dulu pernah ngetrend, kok yang sering keliatan sliwar sliwer cuma motor nungging dan mobil sport.

Well jangan salah ini bukan obrolan kaum politisi, bukan juga topik berat yang sengaja digelar supaya orang mumet, dan bukan juga sindiran untuk strata tertentu di negara yang katanya sedang berkembang (hehe santai aja aku masih sayang Indonesia kok, secara nggak ada tempe di luar negeri)

Tapi kalo inget jaman penjajahan Belanda (Bo’ rasanya ’tuwir’ bener yak, et dah). Nggak ding kejauhan, pokoknya jaman masih ada ’sabun kodok’ wkwkwkwk...

Asal tau aja kita kan ’mak mbedunduk’ di Malang dan gede di daerah yang nggak bisa di sebut desa apalagi kota (laah terus?). Aremanita gitu loh.

Inget banget tuh waktu SD, pulang dan pergi sekolah pake merci...kel. Kalo ujan Mamaku (alah ibu yang populer dengan sebutan mak nik) siap menenteng payung imut dengan motif pelangi dan rela menenteng tas dan sepatuku. (hikhik kangen banget ibuku).

Padahal yang dijemput pengen mandi ujan. (duh nggak ngehargain banget siy). Coba pada jaman itu ibuku pegang HP (makenya aja susah), kan aku tinggal sms
”nggak usah dijemput bu, aku pengen ujan-ujanan”

Intinya sih bukan aku lagi menelangsain masa mudaku yang gatek, tapi intinya adalah manfaat. Kira-kira apa sih manfaatnya? Yah kalo memang sesuai sih ya oke-oke ajalah, kalopun nggak ya harus oke (wong yang beli aja nggak protes hehe)

Jadi kalo alat-alat elektronik makin lama makin murah dan kejangkau (bahkan oleh anak buruh tani) trus kenapa beras makin lama makin mahal (petaninya sendiri aja makan nasi aking). Masa iya Indonesia yang katanya kaya hasil alam mesti impor beras molo yak.

Bulir cinta

Wahai penghuni dunia fana
Jika engkau pernah merasa sebagai pecinta sejati,
Relakah engkau wahai pecinta melihatnya bahagia?

Bahagia dalam rengkuhan kasih dan hangatnya cinta
Bahagia bersama bulir tangis rindu sayangmu untuknya

Jika engkau bangga menjadi pujangga cinta
Dengarkanlah nuranimu bicara

Biarlah dia tertawa mesti diatas luka perih yang menganga
Barlah dia tersenyum meski melewati tangis pilu tak terbendung
Biarlah dia menari meski melangkahi dunia hampa nan sepi
Biarlah kekasihmu pergi meski engkau mati suri

Jika kau rasa panah cinta menghujam jantungmu
Pernahkah kau tanya dia ”apa maumu?”
Kenapa engkau menancap padaku?”
Bersyukurlah kawanku, kau bisa melihat dunia karena cinta
Jika kau tahu kapan cinta bicara padamu
Bersyukurlah kawanku, kau dipilihnya

penting nggak penting asal NULIS..

Kalo nulis buat klien rasanya berat bener dah ah, giliran suruh nulis diary ajah cepet nggak pake titik koma, maunya langsung nrobos ajah kayak korelasi antara tukang ojek yang kejar setoran dan palang pintu kereta api. Hweheheeh…piss

Mungkin ada diantara banyak pembaca (ngarep bener yak yang baca bakalan banyak) yang udah pernah baca bukunya om Budiman Hakim yang ”ngobrolin iklan yuk”

Hehe nih ada satu bagian yang Cha suka dan setuju banget dah ah..intinya (meski belum selesai bacanya) buku ini ngajak kita supaya lebih kreatif (ngomong mah gampang) caranya mau tahu?

Beli bukuna dunk…hehe gini nih kita semua pasti pernah mengalami masa kanak-kanak.

Kita semua pasti pernah bermain, main itu menunjukkan rangkaian-rangkaian kreativitas kita. Ketika kita melakukan sesuatu tanpa beban, semuanya akan berjalan lancar (jaman masih SD kelas 1 mana ada kita mikir dadeline, hidup sepertinya sederhana, pinter ya kita dapet reward nakal ya kita diomelin. Udah laper tinggal makan, sakit tinggal nangis)

Emang siy nggak bisa sesederhana itu. Cuma kalo kita bisa fun and enjoy dengan sesuatu yang kita kerjain, pasti segalanya akan lancar. Nah masalah utamanya adalah gmn caranya kita nemu job yang fun and enjoy...

Entahlah, banyak pakar psikologis bilang kerjaan yang sesuai hobi dampak positifnya buanyak bener. Nah masalahnya sekarang kalo hobinya tidur? Ato bermalas-malasan? Kapan kayanya?

Hehe..jadi kepikiran buat bikin usaha bantal nggak seh. Ato bikin persewaan bantal dan selimut di kereta api (bo’ ketauan banget sih kerjaannya mundar-mandir di KA)

Intinya, semakin kita fun dengan kerjaan yang kita geluti semakin rileks dan all out lah kita dalam berkerja. So came on gals, wake up and get out from ur comfort zone!

Now what? Ya sok atuh kita gali hobi kita, kita babat hutan kehidupan kita dan membentuk apa yang disebut orang lahan emas, kita panen rame-rame tanpa beban.

Salam super boyz and gals (ala Mario Teguh)