Tampilkan postingan dengan label Cerpen Remaja Gaul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen Remaja Gaul. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Agustus 2009

Bukan hanya Afgan yang Ter-SADIS i..

“Oh Tuhan ..oh Tuhanku …a..a..aku membunuhnya?? Oh TUHAN AKU MEMBUNUHNYA!!” desah dan teriakan Raya menggetarkan segala urat nadi makhluk yang masih bernyawa di pagi buta.

Dengan jantung masih berdegup kencang dan peluh bercucuran, Raya terduduk lemas melorot di dinding kamar mandi yang lembab bahkan basah. Punggung dan tangannya lemas, sekujur tubuhnya masih bergetar antara menahan tangis ketakutan, iba tapi juga secuil rasa senang. HAA senang ?!?!?!?!

Setelah memastikan kondisi korban yang terkulai lemah. Raut muka cantik Raya terlihat aneh, kedua bola matanya yang lebar berkaca-kaca, dahinya berkerut, kedua pipinya yang chubby bersemu-semu merah sepertinya Raya sangat menderita, tapi salah satu sudut bibirnya seperti menyiratkan senyum. Ya, sesungging senyum yang menyiratkan kemenangan, kemerdekaan dan kebanggaan! Atas apa? Entahlah.

------

Padahal bathtub itu bersih dan wangi, tapi bukan wangi yang biasa. Terlampaui wangi bahkan, karena ada begitu banyaknya sabun cair branded disana. Air di kran besar masih menyala, sementara shower mengkilat itu masih mengalirkan gemericik kecil air..

Sementara di sana, didalam bathtub, terkulai lemah sesosok korban. Badannya tertelungkup tak berdaya, bagian wajahnya terendam sabun cair yang memenuhi mulut, hidung dan kedua matanya, arggghh pasti sangat perih dan menyiksa. Sungguh SADIS!

----

Tadinya dia hanya ingin keluar dari sana dari kamar mandi yang sangat bersih dan wangi, dia tersesat di dalam rumah Raya yang mewahnya naudzubilah. Begitu dia melihat kamar mandi di kamar Raya, dia takjub dan mengagumi kamar mandi yang mirip istana baginya.

Hanya saja dia terlalu bodoh untuk menyadari bahwa hal seperti itu tak pantas baginya, makhluk yang tercipta dengan sangat minimal dan kotor. Ini bukan kehidupan yang diinginkannya. Tapi begitu ia berupaya keluar dari sana dia terpeleset ke dalam bathtub segede kolam renang yang mewah itu, dan ketika hendak keluar dari sana sambil berpegangan pada shower, ternyata Raya sedang menikmati acara bersih dirinya pagi ini, ah semuanya terlambat ketika Raya mulai menyadari keberadan makhluk aneh semacam dia ditempat itu. Dan mulailah peristiwa naas ini terjadi padaku..

Aku berusaha keras untuk pergi secepat mungkin tanpa terlihat, ternyata kaki kiriku terkilir dan agak susah berjalan dengan cara normal di bathub wangi yang licin ini. Tiba-tiba guyuran air yang begitu kencang menghantam mukaku, terus dan terus hingga aku kesulitan bernafas, menyusul kemudian lemparan gayung besar itu tepat menohok belakang kepalaku. Duh kepalaku pening dan sekujur tubuhku basah, tubuhku mulai menggigil. Tapi Raya tak kunjung puas dan mengakhiri siksaan ini. Aku sudah setengah mati berjuang untuk tetap hidup, tapi tubuhku begitu lemah untuk sekedar mengiba pada Raya. Duh gusti, apa dosaku? Detik berikutnya Raya menyiram begitu banyaknya cairan sabun yang tepat mengenai kedua mataku, oh rasanya sangat perih. Aku tak kuat lagi Tuhan, aku mohon padaMu ambilah saja nyawaku yang tak berharga ini. Dan kepada Raya, maafkan aku karena telah menakutimu dan membuatmu panik sungguh aku tak bermaksud melakukannya…


Hal terakhir yang aku sadari sebelum tiba ajalku hanyalah kata-kata Raya yang begitu sangar dan membakar emosi

“AAAA….KECOAA KOTORR, PERGI KAU DARI SINI!!!!”

Senin, 08 Juni 2009

HARGA ANGGOTA TUBUHKU



Kadang Renata suka iri melirik jari - jemari manis dan lentik milik reni, reza, rahma teman-temannya. Bayangkan saja dari mereka berempat cuma Rena yang memiliki jari-jari buntek alias cebol. Sudah bukan hal asing di telinga, ketika teman-temannya menjadikan kesepuluh jari tangan Rena bahan ejekan.

“Jari kok jempol semua” atau
“jangan manicure ah, kasihan ntar salonnya gak bisa bedain mana jari mana gunting kuku
Atau nggak
“Plis deh Ren, itu jari apa jahe, lumayan juga buat obat batuk..wkwkwk”

Duh Rena paling bête kalo orang lebih memperhatikan struktur jari-jemarinya yang sama sekali nggak uh match sama muka manisnya. Tapi apa mau di kata bagaimanapun juga kesepuluh jari tangan ini bekerja maksimal. Bisa menggenggam, ngegaruk, mencubit..stst ini hoby Rena.

Tapi siapa yang tahu bahwa sesuatu yang kita benci bisa menjadi sesuatu yang paling di cintai, not now someday maybe..

-------------


Missed call from unknown number
Saturday, 6 June


Wah sapa nih miscall miscall hari sabtu, tumben. Hihi Rena memang jomblo, pas hari Sabtu biasanya Rena ngejogrok di depan lepi seharian, utak atik dari mulai film, game, sampe nggambar-nggambar nggak jelas. Wes gak papa lah yang penting sok sibuk supaya lupa bahwa ini hari Sabtu dan kebanyakan temen-temennya sibuk pacaran.

Tapi HP butut Rena nggak henti-hentinya bordering-dering, duh ngeganggu banget deh pokoknya.

“Siang, dengan Mbak Renata bisa? Bla..bla..bla…

Wah isi pembicaraannya sih Rena sendiri juga nggak begitu jelas hehe yang penting Rena langsung sueneng buanget, lonjak-lonjak, ceria, bahagia, duahsyat, bombastiss, fantastis!! Kenapa?

Usut punya usut, hasil tulisan Rena selama ini yang dia pajang di blog net, berhasil merebut hati seorang penulis besar, hasilnya? Ya ya Rena di tawari pekerjaan keren yang nggak mampir ke tangan ketiga temannya yang berjari lentik dan punya cowok keren.

Haha..sejak hari itu Rena sibuk menghitung kira-kira berapa nilai asuransi kesepuluh anggota badannya itu, ya eyalah secara kesepuluh jarinya memberinya kesempatan emas untuk jadi Penulis kek, wartawan kek, copywriter kek . Wah pokoknya tambang berlian Renata terletak di ujung kesepuluh jari bunteknya…hmm harga mahal bak anggota tubuh Tiger Woods sepertinya pantas!

Esoknya, Renata dengan PD duduk manis di sebuah ruang tunggu perusahaan asuransi ternama. Tempat yang biasa di datangi artis - artis besar kaliber Hollywood, dan ditangannya terdapat daftar harga aneh..



1. Sepasang kaki David Beckham harganya $ 70 juta
2. Sepasang kaki Mariah Carey harganya $ 1 Milyar
3. Kaki Kanan Heidi Klum harganya $ 1,2 Juta
4. Sepasang Mata Ben Turpin harganya $ 20.000
5. Gigi comedian Ken Dodd harganya $ 7 juta
6. Kumis tebal Merv Hughes harganya $ 370.000
7. Bulu dada Tom Jon harganya $ 7 juta


Gimana dengan sepasang tangan dan kesepuluh jarinya? Melihat struktur jarinya yang gemuk dan sehat, harusnya jauh lebih mahal daripada itu, apalagi jumlahnya 10. Hmm yaya alasan yang cukup logis, iya aja deh biar cepet! Hihihi CAIYO RENATA!!!.

Senin, 20 April 2009

GINJAL ITU




Sebut aku Widi, aku memang bukan seorang gadis yang istimewa. Seorang waiters di restoran sushi milik keluarga Shinosuke. Seorang warga negara asing yang tinggal di negeri orang, berharap menggenggam kesuksesan bila waktunya pulang.

Umurku sudah berada di ambang kepala 3. Ingin rasanya aku segera menikah dan menimang putra. Kembali ke kampung halaman dan pergi ke posyandu bersama Siti, Maria, Mimin mereka semua sahabatku. Keinginan yang sederhana bukan? jika mengingat kenyataan bahwa sekarang aku terdampar di negeri raksasa ini. Negara dikdaya yang melek teknologi, negeri yang indah ketika bunga sakura bermekaran menyemarakkan image yang selama ini mereka bangun.

“Iya Pak, jam istirahat nanti. Seperti biasa, OK”

Telepon dari Bosku, Tuan Shinosuke. Sangat baik, beliau selalu mengecek keadaanku dan yang pasti pelanggan dan restorannya.

“Bye, Satsuke!”
Penuh semangat kulambaikan tanganku. Shift kerjaku telah berakhir untuk hari ini, seperti biasanya aku akan ke penjara, PENJARA?! Ya tentu saja mengunjungi satu-satunya orang di negara ini yang membuatku bertahan.

-----------------
Waow, aku tak menyangka hari ini aku lewati dengan amat sangat bahagia. Hari berlalu begitu cepat. Tentu saja karena aku melewati hari bersamanya…

Dia begitu indah dengan caranya, dia begitu perhatian dan penuh kasih sayang, dia memiliki penglihatan yang tajam lewat mata kanannya, dan yang terpenting dia peduli padaku, meski banyak orang bilang dia jahat, dia pembunuh, dia anggota mafia..ya aku sudah tau dan….SO WHAT, I LOVE HIM!!

Dia buta sebelah, tapi aku lebih buta karena menyayanginya. Dia tahanan dan masih sempat membuatku bahagia diantara nafas kebebasan yang keluar-masuk dari sela jeruji besi – kamarnya.
----------------
Hari ini sungguh indah, langit bersinar cerah dan bunga sakura mulai bermekaran.. Bahkan Pak Wanabe yang biasanya murung pun turut tersenyum bahagia. Dia berada satu sel dengan pacarku. Dihukum karena tertangkap tangan membeli organ tubuh manusia di Indonesia. Tapi kabarnya sih dia kaya raya mesti pesakitan. Hah nasib, tak pernah ada kehidupan yang benar-benar sempurna jika tak dilihat dimana PLUS nya. Suasana yang menyenangkan, sampai kudapati surat ini..

Surat yang dititipkan pada sipir penjara, Surat yang ditulis di selembar kertas kumal yang dipenuhi titikan air mataku, surat yang menuntunku pada masa depan yang gemilang bagi orang-orang disekitarku dan menenggelamkanku pada sumur penuh lumpur yang siap merenggut nyawaku, anytime

“Widi, maafkan aku. Temui Pak Wanabe setelah kepergianku. GBU dan berjanjilah kau akan bahagia sayang. I’ll always love u, terima kasih.
--------------
Headline di harian mampu menjelaskan semuanya, seketika panas membakar mataku..

“KISAH MANIS DI BALIK TRAGISNYA BUI”
Mafia bermata satu, mendonorkan ginjalnya gratis kepada seorang milyarder. Sesaat sebelum hukuman mati!

--------------

Itu kekasihku, itu malaikatku. Ginjal gratis itu memberiku jaminan masa depan bersama keluarga Wanabe. Jaminan akan kepergiannya. Jaminan yang terasa hampa. Ya itu alasannya, dia akan pergi selamanya dia tahu itu, aku harusnya tahu mesti dia membohongiku, tapi dia menjamin hidupku. Menjamin? Kalimat apa itu?!

Kamis, 05 Maret 2009

Jadi Sampah Kok Bangga...




Orang bilang hidup diatas itu enak, apa-apa serba ada, mau apa tinggal tunjuk, saban hari hanya ongkang-ongkang kaki. Nggak segitunya juga kale..

Liat aja gw, sapa yang bakalan ngliat gw ketika gw belum jadi apa-apa. Setidaknya gw nggak naïf, gw menjalani, menikmati meski kadang-kadang gw juga menakali hidup ini.

Sekarang gw emang lagi tinggi, tentunya lewat kerja keras Bro, jangan dikira mentang-mentang gw pernah numpang trus gw berpangku tangan sepanjang hari, nggak lah yao. Gw emang minta-minta juga sih, namanya juga makhluk sosial toh belum ada fatwa ato UU yang melarang kita minta-minta kan. Buktinya, tuh liat tuh diujung pertigaan lampu merah sono noh, banyak kan peminta-minta, makin hari jumlahnya makin nambah aja.

Tapi itu beberapa waktu yang lalu, tiap hari gw ongkang-ongkang kaki. Menikmati decak kagum tiap orang yang lewat dan mondar-mandir depan rumah gw, well itu semua emang buah kerja keras gw dan kelompok yang biasa gw panggil teman.

Waktu gw masih gagah, masih energik, masih seger, masih produktif tentunya. Tapi.. liat gw sekarang, siapa yang bakalan nyapa gw, bahkan sekedar nglirik aja malesnya minta ampun. Ya sekarang gw geletakan, ngglosor-ngglosor di bawah, tubuh gw udah kering, udah nggak cocok membaur sama kelompok yang lain. Dengan sendirinya Gw dah di eliminasi oleh siklus kehidupan.

Duh gw capek deh, ngaso dulu deh tuh di POM bensin depan…wah lumayan..

“APA udah naik lagi! Ya ampun Pak maunya apa sih negara ini, BBM aja naik-turun-naik-turun nggak konsisten…”
“Yah..Pak saya juga nggak ngerti, wong saya cuma petugas”

Hehehe..gw ketawa miris denger obrolan itu, sapa sih lo cuma bisa komen. Kalo mau komen di tempat yang bener, buat telinga yang bener. Dateng aja bawa merci, mbok kalo ngrasa beli BBM nggak kuat pake sepeda ontel aja. Susah bener, iya nggak?

Yah, apalagi suara gw pasti cuma “kemresek” doang di siang panas kayak gini. Lanjut aja deh, padahal gw juga nggak tau ni mo kemana. Satu aja deh kalo tubuh gw yang renta ini mang masih berguna, gw bakal datengin tuh tempat meski jauhnya kayak jarak matahari dan bumi..

Duh ujan lagi, cuaca di Indonesia mang susah di tebak deh. Mana gw laper belum makan sepanjang hari. Neduh dulu aja, tuh kebetulan ada warung kopi.

Eh ada pelanggan rupanya, ya udah gw neduh di luar aja…
“Dulu 2000 bisa kebeli makan buat sekeluarga ye mpok, sekarang boro-boro”
“Yah Bang, sekarang duit segitu mah dapet krupuk doang, hehehe”

Gw senyum aja denger obrolan ini, gw inget banget dulu si Icha anak tetangga, demen banget ngubur duit 25 an di depan rumah gw. Kata Icha tiap kali ditanya, cuma menjawab

“Cuma pengen suatu hari liat Bapak nggak narik becak lagi, karena pohon duit Icha dah numbuh gede dan berbuah beribu-ribu, kalo udah ngumpul 2000 Icha mo ajak Bapak ke dokter supaya batuknya sembuh” Icha…Icha ada ada saja.

Wah ujan udah berhenti tuh, jalan lagi deh, biasa lah Jakarta kalo abis ujan suka macet.
Eh kenapa tuh kok udah macet aja?

“Tiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnn”
“TIIIIINNNNNN”
“Tiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnn”

Waduh Pak, Bu klaksonnya itu lo, badan gw ampe loncat saking kagete. Oalah Bro, banjirr euyy…

Untung badan gw kecil, bisa renanglah dikit. Wah kalo dibiarin kayak gini bisa parah nih, Lama-lama Indonesia tenggelem..ck.ck..ck. Tapi..wah wah waaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh

Duh, dimana ini ya, Ohh gw tau-gw tau, itu Pak Suratman yang nolong gw. Pahlawan emang tu orang, perasaan gw jalan udah jauh banget kok ketemunya masih Pak Suratman lagi, Pak Suratman lagi?

Emang kalo tubuh tua, diseret kayak apa nyampenya ya disini-sini juga. Tapi badan gw udah remuk semua, banjir bak tsunami itu bikin beberapa bagian tubuh gw porak poranda. Tapi justru dengan kayak gini gw tau manfaat gw buat semua, buat kelangsungan hidup manusia lainnya. Yah, cuma Pak Suratman si tukang sampah yang cerdas ini tok yang tau jawabannya.

Ya..Pak Suratman ngumpulin sisa-sisa tubuh gw dan teman-teman gw yang senasib dan membiarkan kami membusuk di lubang yang sempit ini… fiuhh sadis?!

Nggak kok, gw justru bersyukur, karena kalo bukan dia siapa lagi. Sekarang gw mulai sadar gw bukan siapa-siapa, gw hanyalah daun mangga yang pernah berjaya dan rontok karena pohon tempat gw menumpang hidup meranggas tak berdaya karena kekeringan. Membiarkan gw terjatuh, tanpa rumah, tanpa makanan, setengah mati sampai gw jadi….KOMPOS…ya gw bangga jadi KOMPOS..hehe.

Rabu, 04 Februari 2009

10 Hari Menjelang Valentine



10 hari lagi hari valentine. Hampir semua orang di negara antah berantah ini akan merayakannya dalam siraman gerimis syahdu bulan Februari. Toko-toko bunga sudah mulai dibanjiri pesanan. Mawar-mawah dari segala jenis sudah siap mejeng di seantero kota. Coklat, permen dan bungkusan pita-pita kado mewarnai hampir setiap sudut mal-mal dan pusat perbelanjaan lainnya.

Ah..mempersiapkan surprise bagi orang terkasih memang menyenangkan. Tak terkecuali bagi Kate. Senyum simpul menghiasi wajah mungil gadis belia blasteran Eropa-Asia ini. Hampir 100% orang yang ditemuinya akan berkomentar Kate gadis yang sangat memesona, kalopun ada satu dua orang yang berkata sebaliknya, oh percayalah mereka hanya tidak suka mata cowok digandengannya menatap kagum pada Kate, haha sudah sangat biasa.

Tapi siapa sangka, baru ditahun ini Kate membeli hadiah spesial Valentine bagi orang tersayang. Stst, Kate memang baru punya pacar tahun ini, cinta pertamanya. Aneh? Ya enggaklah, menurutmu bagaimana Kate bisa mendapatkan cowok idaman jika selalu berada dalam kawalan bodyguard-bodyguard machonya itu.

Kate memang bukan gadis biasa, gadis ini masih keturunan darah biru. Saking spesialnya, kebanyakan cowok minder untuk sekedar mendekatinya. Ah cerita klasik bukan? Seorang gadis cantik, cerdas dari keluarga terpandang, hanya tercipta untuk dikagumi dan berkutat dengan segala kesepiannya. Oh dear..

Tahun-tahun sebelumnya, Kate selalu menjalani rutinitas menjelang valentine day dengan memesan sejumlah besar coklat dan bunga untuk dikirim kepada 10 alamat. Siapa aja ya? Keluarga terdekat, beberapa sahabat, pengasuh dan dirinya. Oh god..Kate menghadiahi dirinya sendiri! Untuk kemudian dia nikmati sambil mendengarkan musik klasik dan menangis. Ini semua bukan berarti karena Kate tak mendapat hadiah dari fans-fansnya lo...semuanya hanya akan dia terima untuk di bagikan kembali pada pembantu di kastilnya yang jumlahnya mencapai lebih dari 100 orang..fiuh.

Namun segalanya berubah di musim panas tahun ini, ketika seorang pangeran tampan dari negeri seberang mengadakan pendaratan darurat ke negerinya. Pangeran Gonzales datang dengan Helikopter Phinock nya dan mendarat persis di tanah pertanian milik ayah Kate yang terletak 25 kilometer barat laut dari lanud Odihax, tempat pertama Pangeran Gonzales belajar mengendarai helikopter.

Disana Pangeran Gonzales terpana melihat keindahan eksotik yang terpancar dari wajah Kate. Sejak pertemuan pertama, Pangeran Gonzales langsung jatuh cinta dengan Kate, mm love in the first sight! Demikian juga Kate..so sweet. Seiring waktu, keduanya semakin dekat dan mulai menjalin hubungan. Hubungan mereka berjalan lancar, bahkan keduanya telah mendapat restu bulat-bulat dari orang tua masing-masing.

Hari-hari Kate semakin indah dan semarak dengan kehadiran pangeran Gonzales, bahkan sampai hari ini 10 hari menjelang hari Valentine....

-----------------
Pangeran Gonzales sedang berada dalam ruang kerja ayahnya, dari semalam pangeran Gonzales terjaga demi mengikuti meeting darurat bersama senat dan dewan kerajaan lainnya. Sedari pagi TV sudah berisik, pembawa berita di 12 stasiun TV berbeda, sibuk bercuap-cuap mengenai perang perebutan wilayah negara bagian.

Ya, di usianya yang baru 25 tahun pangeran Gonzales didaulat untuk naik tahta tahun ini. Belum lagi dilantik secara resmi, tugas pertama telah siap menyambutnya. Sebagai putra mahkota yang dibangga-banggakan, pangeran Gonzales tidak mau terlihat lemah di mata rakyatnya.

Hari ini juga, setelah melalui meeting panjang, Pangeran Gonzales berangkat bersama regu artileri bersenjata sebanyak ratusan orang dibawah komandonya. Berbagai jenis strategi penyerangan, perlawanan dan pertahanan telah ia kuasai, teorinya. Sekarang uji nyali benar-benar ada dihadapannya!

Dengan mantab Pangeran Gonzales mendorong tubuhnya masuk kedalam Helikopter yang sama yang mendarat darurat ditanah pertanian keluarga Kate, dan membawanya pada belahan jiwanya...

----------------- -

” Tell me how I’m supposed to breathe with no air? no air..no air.....”

Kate berlari menyambut HP nya, ketika didengarnya bunyi ringtone hits favoritnya.
”Yes dear....”
”Oh ok, aku akan sangat merindukanmu”
”Ketika kamu datang nanti, aku akan menyambutmu dengan sesuatu yang spesial”
”Hati-hati ya sayang”
”I love u so much”

Klik..telepon ditutup. Dengan santai Kate kembali ke dapur. Dengan hati berbunga-bunga Kate membuat adonan coklat spesial bagi kekasihnya, mukanya yang belepotan coklat tetap terlihat manis dan bersinar.

Pangeran Gonzales tersenyum, 10 hari lagi, ketika Hari Valentine tiba, Pangeran Gonzales pasti akan selalu mengenangnya. Wajah kekasih tercinta yang tersenyum tulus, siap menyambutnya di tanah pertanian. Menggenggam seikat bunga mawar cantik, berwarna putih, hadiah spesial dan ..apa itu?



Oh sepertinya itu hanya sapu tangan, mana hadiahnya, mana coklat yang dijanjikannya? Kenapa Kate tidak tersenyum, kenapa Kate menangis? Hei kenapa Kate terus menerus memanggil nama pangeran Gonzales?
”Kate, please honey, aku disini..”



14 Februari, 10 hari telah berlalu, akhirnya Hari Valentine tiba juga. Kate berdiri mematung, pandangannya nanar, hatinya hancur. Kate hanya bisa berteriak memanggil nama Pangeran Gonzales dan meratapi kedatangan helikopter yang membawanya.

Kali ini helikopter mendarat mulus di pertanian, sesuai janji Pangeran Gonzales. Tapi Kate tidak menginginkan kedatangannya yang seperti ini, tentu saja tidak. Pangeran Gonzales berbohong, Pangeran Gonzales tidak mengatakan apa-apa soal perang, Pangeran Gonzales hanya mengatakan
”Aku akan datang di hari Valentine untukmu sayang, membawa cinta sejatiku untukmu”

Tell me how I’m supposed to breathe with no air?

If I should die before I wake
It's cause you took my breath away
Losing you is like living in a world with no air, oh

I’m here alone, didn’t wanna leave
My heart won’t move, it’s incomplete
Wish there was a way that I can make you understand

Do you expect me, to live alone with just me?
‘Cause my world revolves around you
It’s so hard for me to breathe……

Rabu, 28 Januari 2009

De Rober Goat

Kambing Pencuri? Beda tipis antara jenius dan bod** atau Gi**



WARNING
Fiksi Icha Affandy segera dimulai, mohon utuk menajamkan imajinasi Anda.

Nama tokoh, tempat dan kejadian adalah fiksi belaka, Jika ada kesamaan maka dapat dipastikan tidak ada unsur kesengajaan






Sabtu pagi, Chidi S. Josiah membawa mobil Mazda 324 nya ke pelataran minimarket di Negara Bagian Swara, Sigeria.

Hari ini begitu dingin, angin musim semi masih menyisakan sisa-sisa embun semalam. Sambil berkaca pada spion, Chidi menguap dan menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya. Dari mulutnya keluar karbondioksida hangat yang memburamkan kaca spion mobil.

Enggan beranjak Chidi hanya merapatkan mantel hangat kesayangannya. Ya mobil ini serasa rumah kedua bagi Chidi. Sisa-sisa hidupnya lebih banyak ia habiskan di dalam mobil favoritnya itu bersama sejumlah perkakas butut yang kata orang awam bilang ’sampah’ hahaha.

Chidi hendak membeli sarapan sederhana (roti dan kopi), hanya saja terpampang tulisan ”CLOSE” di pintu minimarket yang membuat Chidi mengurungkan niatnya. Chidi memilih menunggu di parkiran sambil termangu merenungi jalan hidupnya belakangan ini.

Chidi sudah tidak muda lagi, tapi belum juga termasuk tua. Dalam usianya ini, teori menjelaskan usia produktif adalah masa dimana Chidi harusnya bekerja keras mengumpulkan pundi-pundi kekayaan yang bisa menjamin masa depannya.

Idealisme semacam itu, duluuu sekali pernah bercokol dalam otaknya yang ’jenius’. Ya Chidi memang jenius, tapi banyak orang bilang jenius dan gila hanya dpisahkan ari setebal kulit bawang. Chidi tidak meminta pada dunia untuk memakluminya, Chidi hanya meminta dunia untuk men’cuek’kannya. Toh dia juga tidak punya orang yang peduli lagi padanya. Selain orang-orang tidak punya kerjaan yang selalu bergosip sambil berbelanja dan mengatainya pemalas, sampah masyarakat, penyendiri, pengangguran malang dan makian tak pantas lainnya.

Chidi terlalu sibuk dengan dunianya. Sosialisasi, relasi tidak penting baginya. Hidup adalah perjalanan dan jika kita bisa membuatnya simple dan enjoyable kenapa kita mesti menjejalinya dengan teori-teori muluk. Bagi Chidi teori bukan untuk dipelajari dan dipraktekkan tapi untuk dibuat dan dipraktekkan oleh orang lain..hmm

Coba kita ikuti jalan pikiran Chidi, kali ini Chidi punya ide, ide yang sangat brilian. Segera saja Chidi menyalakan mobilnya, diliriknya spion kanan dan kiri. Masih sama seperti 10 menitan yang lalu. Jalanan masih tampak lengang, minimarket belum lagi buka. Chidi mengemudikan mobilnya dengan cepat, disebuah pertigaan Chidi mantap membelokkan mobilnya. Sekonyong-konyong mobil Chidi berhenti mendadak
..CIIIIIIIiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttttt..

”itu dia”
Chidi bergumam senang melihat kawanan kambing sedang asyik merumput, mengendap-endap Chidi bermaksud menangkap salah satunya..
Mm yang mana ya..ah sudahlah Chidi juga sudah memikirkannya. Kambing berwarna belang, hitam dan putih. Menarik perhatian Chidi. Serta merta kurang dari 15 menit Chidi berhasil memasukkan kambing malang tersebut ke dalam jok belakang.

”Hei kambing, maafkan aku. Tapi kau harus bergabung dengan rencanaku, sini aku bilangin”
”psstt...psssttt....pssssssssssssssssttttttttt” Chidi membisiki telinga si kambing. Hehe Chidi....Chidi..ck..ck.ck

Kemana kira-kira Chidi membawanya?

Yup..kembali ke pelataran mini market. Chidi menurunkan kambing itu disana. Di dalam salah satu gudang tak terpakai di sisi kiri mini market. Tidak lupa disediakan rerumputan hijau sebagai makanannya.

Dengan langkah santai Chidi melangkah pelan ke dalam mini market yang kini telah ada tulisan ’OPEN’ di pintu masuknya, memilih-milih barang belanjaan di dalam mini market yang sudah mulai ramai itu.Sambil berusaha mengacuhkan pandangan dan tudingan orang-orang tak punya kerjaan. Tiba-tiba Chidi merasa ingin buang air tak tertahan. Seraya minta ijin kepada salah satu pramuniaga Chidi beranjak ke toilet.

Sementara itu..masuk dari arah depan dua orang kriminal berpakaian ala teroris membawa senjata api sedang berusaha merampok mini market itu, seketika pramuniaga dan pengunjung lari tunggang langgang, sebagian bersembunyi dan akhirnya semuanya menelungkup di lantai demi mendengar sebuah letusan
”DUAAARRRRR”

Oh tidak dengan mudahnya perampok itu merampas barang-barang berharga pemilik mini market dan pengunjungnya, kemudian berbarengan dengan keluarnya seorang perampok, Chidi kembali ke dalam mini market.

Secepat kilat Chidi memencet tombol alarm yang langsung berbunyi nyaring dan memberi sinyal bagi petugas keamanan setempat.
”NGUING...NGUING...NGUING...NGUING”

Dalam kepanikannya, perampok berusaha kabur dengan membawa mobil mazda kesayangan Chidi. Nahlo

Chidi menangis meraung-raung, pergi berlari lewat arah belakang. Luput dari pandangan semua orang. Alih-alih mengejar dan prihatin dengan Chidi. Orang-orang kembali histeris melihat salah satu perampok tertinggal, seketika massa pengunjung dan pramuniaga yang mulai mendapati keberaniannya mulai mengejar perampok.

Perampok itu lari secepat kilat ke gudang di sebelah kiri mini market. Karena tidak ada lagi jalan keluar yang memungkinkan. Hilang dari pandangan. Massa mengikutinya, sesampainya di gudang, massa terengah-engah dan terheran-heran mendapati seekor kambing yang panik melihat keramaian.

Setelah berdiskusi, massa sepakat dan yakin bahwa kambing warna belang, hitam putih, adalah penjelmaan seorang perampok bersenjata yang merampok mini market dan mencuri mobil Chidi. Pencuri bersenjata yang menggunakan ilmu hitam dan menjelma sebagai kambing. Penduduk desa yang curiga menyerahkan kambing tersebut kepada petugas keamanan yang baru datang.


Dua hari kemudian, petugas asuransi menelepon kantor polisi Swara..

”Warga melaporkan, dua perampok bersenjata telah merampok mini market dan mencuri mobil. Massa memburu penjahat tadi dan seorang berhasil lolos, sedangkan yang lainnya menjelma menjadi kambing. Saya tidak bisa memastikan kisah ini, tetapi yang jelas kambing tersebut ada dalam sel tahanan kami. Kami tidak bisa memberi informasi berdasarkan hal-hal mistis,” jawab Nunde Ahmed, dari Kepolisian Negara Bagian Swara.

”Oh, baiklah Pak. Terima kasih atas informasinya” jawab bagian asuransi.

Sepekan kemudian, Chidi terlihat asyik menikmati liburannya di tengah samudra, diatas kapal pesiar mewah. Lihat itu disebelahnya, bukankah itu si penggembala kambing?. Oh God rupanya mereka bekerja sama merampok mini market dan menipu agen asurasi mobil Chidi. Lihatlah sekarang apa yang mereka nikmati.


”Kira-kira apa yang terjadi dengan kambingmu ya?”
”Mmm...entahlah. Aku tau dia kambing yang baik, tapi aku juga sudah lelah merawatnya. Daripada tidak ada yang merawat lebih baik dia berada dalam sel tahanan polisi kan?”

Keduanya berpandangan...dan
”HUAHAHAHAHHAAAAA, Kita Kayaaaaaaa”
”Tentunya berkat bantuanku”
”Aku”
”Aku lah, enak aja”
”Yeee jelas jelas aku yang punya ide”
”Aku kan yang punya senapan dan kambing”
”Tapi aku kan yang punya ide dan mobil”

Jadi mana tokoh protagonis dan mana antagonisnya nih, aahhh kadang hidup memang aneh ya.

Rabu, 21 Januari 2009

Super HERO ala MUMBAI...

Mumbai, Pukul 22.30

Sarah Frederick Husein bersantai di ranjangnya yang nyaman ketika didengarnya..
“Brmm…ciiiitttt…Bluarrrrrr…dor dor dor dor...dor dor!!!”
“AAAAaaaaa….Oh my God..please please…”

Sekelompok pria bertopeng dan bersenjata otomatis serta granat menyerang lobi dan restoran Hotel Taj Mahal Palace. Ratusan tamu panik dan langsung bersembunyi di bawah meja dan dapur hotel. Semua lampu dimatikan. Pintu dikunci dari dalam.

Penasaran, Sarah memberanikan diri. Pelan melangkahkan kakinya yang seksi menyusuri lorong kamar Hotel mewah itu.
“God apa yang terjadi” gumamnya lirih..

Menuju ke arah Lobi Sarah beberapa kali berpapasan dengan beberapa orang yang bergumam cepat atau langsung menarik-nariknya keluar..
“Mari nona, tempat ini tidak aman. Kalo anda warga US atau Inggris sebaiknya cepatlah lari dan bersembunyi!

Jika tidak ingat beberapa sahabatnya tadi di Lobi, mungkin tanpa dikomando pun Sarah akan berlari tak keruan.

Sarah sedang menikmati liburan sekolahnya di tempat itu bersama beberapa sahabat. Berharap bisa bersenang-senang, melepas penat selepas ujian dengan menikmati gemerlapnya Mumbai. Selesai makan malam teman Sarah yang lain turun ke Lobi, meninggalkan Sarah yang masih ingin beristirahat. Namun Istirahat Sarah terganggu demi mendengar pesan singkat di HPnya yang berbunyi
“Lobi kacau.Teroris.Tolong kami” dari Tammy sahabat dekatnya


Teriakan-teriakan panik bercampur teriakan perintah, bising melemaskan syaraf
Deruan senapan mesin menggetarkan segala nyali dan kekuatan
Bau amis dan kepulan bubuk mesiu menambah perih dan pilu..

Dari segala kepanikan itu, beruntung Sarah menemukan lorong penyelamat, semenit sebelum salah satu pria bertopeng menembakan peluru panas, yang menghujam seorang bule beramput pirang, yang tadi mencoba menarik-narik Sarah untuk berlari dan sembunyi.

Pekik tertahan sarah membaur dengan teriakan memilukan dari korban.

Pelan, sangat pelan Sarah bergeser ke sebuah lorong tempat para karyawan hotel keluar masuk, dipintu kecil yang langsung menuju lobi, setelah dirasa cukup aman untuk mengintai, sarah beringsut. Mencoba melonggokkkan kepalanya di salah satu pintu kaca lobi, yang entah kenapa malam ini terasa dingin dan mencekam. Seakan bangunan itu turut merasakan ketakutan-ketakutan orang didalamnya.

Disana, di lobi Sarah melihat seorang teroris yang sepertinya pimpinan kelompok itu, memeriksa paspor orang-orang asing. Entah informasi apa yang ingin ia cari disana.

Sarah sangat ketakutan, lututnya lemas, jantungnya berdebam-debam tak keruan, air matanya sudah berjam-jam yang lalu mengering dan membekas di pipinya yang mulus.

Sepertinya mereka mengincar orang asing karena yang dicari orang yang memegang paspor Inggris dan AS.

Beberapa menit bertahan dengan posisi yang jauh dari nyaman. Sarah benar-benar tersiksa. Ingin sekali Sarah menelepon polisi lewat HPnya. Tapi ..

Tiba-tiba pintu kaca tempat Sarah bersembunyi dibuka dari sisi dalam..
“Berdiri, balik badan dan angkat tangan!” perintahnya kasar

Seketika jantung Sarah seakan berhenti berdenyut. Moncong senjata tepat menohok belakang kepalanya…

“Astaghfirullahaladzim..God help me..” pekik lirih Sarah
Demi mendengar ucapan Sarah, Pria bertopeng itu tertegun.

“Cepat menunduk” perintahnya kasar
Dilemparkannya Sarah kembali ke lorong gelap itu
“Tetap menunduk, jangan sekali-kali kau mencoba melihat keadaan didalam”
“Bersembunyi dan coba untuk tidak membuat suara”
“Aku salah satu dari mereka, meski bagiku kau tampak seperti kelompok yang kami cari. Tapi aku tak ingin melukaimu…semoga Tuhanmu melindungimu dan bersyukurlah atas kesempatan yang kau terima”

Sejurus Sarah tertegun atas ucapan si teroris, memberikan diri ditolehnya musuh sekaligus pahlawannya itu..
Badannya tegap, meski dibalut topeng, dari suaranya Sarah bisa menduga, dia orang yang beruntung di karuniai kelebihan.yang mungkin mampu menggetarkan hati semua orang.

“Terima kasih..” gumam Sarah lirih
“HEI..sudah kau periksa pintu itu!” terdengar teroris yang seperti pimpinan kelompok bertanya pada anggotanya.
“Disini Clear” jawab pria misterius ini mantap

Namun tiba-tiba bagai dihantam palu Sarah gemetar mendengar teriakan..
“BOHONG, aku mendengar suara disana, buka pintunya, CEPAT!” teriak pimpinan teroris
“Oh tidak!!” teriak Sarah Panik

Terburu-buru Sarah berdiri, berusaha berlari namun ia sadar sesuatu yang panas dan mematikan tengah memburunya bersamaaan bunyi letupan …

Satu detik…dua…tiga……………………DHUAK!!!

“AUW!”

Hanifah mencoba berdiri, meraba belakang kepalanya yang terasa panas terbentur ranjang. Terburu-buru mencari cermin.

“Alhamdulillah Ya Allah…Aku bukan si cantik Sarah yang seseksi Catherine Zeta Jones tapi aku mendapat kesempatan bertemu Zorro,




dan aku bukan Harry Potter yang mesti tinggal dilorong sempit dan memiliki codet di dahinya dan tidak juga si James Bond yang diburu-buru musuh…”

Dilihatnya monitor komputernya yang memampangkan sebuah gambar hotel yang terbakar akibat ulah teroris dan mulai menyadari narasumber mimpinya….

Diambilnya air Wudhu dan bersiap untuk shalat shubuh…mengadu kepada kekasihNya tentang hidup yang selalu disyukurinya. Tentang Hero yang didatangkanNya untuk melindunginya …”God seems like im in Love…can I see him in sweet dream..hehe”


Depok
Jum’at, 8 nov’08-07.35 WIB